Suara.com - Ayah kandung keponakan Dewi Perssik, Rosmeldianti, telah melanturkan permohonan maaf pada pedangdut tersebut. Ia pun meminta agar Dewi Perssik tidak membawa kasus putrinya ke pihak berwajib.
"Bapaknya (Rosmeldianti) nangis-nangis untuk tidak diteruskan. Terima kasih berarti tandanya, bapaknya luar biasa. Saya senang karena saya bisa bikin tunduk orangtuanya," kata Dewi Perssik usai menghadiri peresmian ruang VVIP Dermapro di kawasan Tanjung Duren Barat, Jakarta Barat, Minggu (28/10/2018).
Namun, hal sebaliknya justru dilakukan ibu kandung Rosmeldianti. Hingga kini, ia belum memohon maaf pada Dewi Perssik.
"Nggak (minta maaf). Makanya ini istri yang soleha nggak? Setahu saya istri yang soleha patuh sama suaminya. Lha ini nggak kompak antara suami sama istri," ungkap Dewi Perssik.
Sampai saat ini, pelantun lagu "Hikayat Cintaku" itu bertekad akan tetap mempolisikan keponakannya bila tiga hari somasinya tidak digubris.
"Saya akan terus melanjutkan. Saya itu masih baik. Saya kasih waktu 3 hari untuk dia meminta maaf kepada orangtua," tutur Dewi Perssik.
Perempuan 32 tahun itu mengaku sangat ingin melaporkan keponakannya ke polisi lantaran sudah bertindak kelewatan. Dewi Perssik meradang karena Rosmeldianti menyebutnya dengan sebutan tak pantas dan menuduh bagian tubuhnya tidak alami.
"Apa yang disebar di social medianya mengenai dirinya, kan bilang katanya nggak pernah ditransfer, saya tidak pernah bilang KW, saya tidak pernah bilang l***e, padahal videonya sudah ada di kita. Jadi tandanya mereka siap menerima itu," tutur Dewi Perssik.
Baca Juga: Dewi Perssik Goyang Vibrator di Panggung, Warganet Ngeri
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan