Suara.com - Artis Tya Arifin kurang lebih tiga tahun menikah dengan Asyraf Khalid yang berkebangsaan Malaysia. Sebagai istri, Tya pun diboyong Asyraf ke negeri Jiran untuk tinggal di sana.
Tiga tahun di Malaysia, Tya Arifin sudah terbiasa dengan logat dan aksen Melayu. Maka tak heran, perempuan 24 tahun itu merasa kesulitan ketika membintangi film Preman Pensiun dan bicara dalam logat Sunda.
"Jadi paling sulit bahasa ya. Waktu main sinetron kan aku cuma di Indonesia. Sinetron berhenti aku nikah dan tinggal di Malaysia," kata Tya Arifin, saat berkunjung ke redaksi Suara.com di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).
Selama menikah itulah dalam berbicara kepada suaminya, pemain film Gending Seiwijaya itu mulai terbiasa menggunakan bahasa Melayu.
"Di situlah bagaimana saya harus melupakan bahasa Melayu saya. Saya belajar bahasa Indonesia dengan logat Sunda ya," ujar Tya Arifin.
Untuk membangun kecocokan dengan lawan mainnya, Tya Arifin punya cara tersendiri. Bintang film Gila Jiwa itu pun melakukan pendekatan dengan lawan mainnya.
"Ada reading terus sebelum main sama lawan mainnya. Saya samperin dulu buat pendalaman. Saya ajak latihan sebelum take adegannya," ungkap Tya Arifin.
Baca Juga: Ditawari Main Film Preman Pensiun, Soraya Rasyid Tak Pikir Panjang
Berita Terkait
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Sosok Aris Nugraha yang Disebut Epy Kusnandar saat 'Pamit' ke Istri
-
6 Pemain Preman Pensiun yang Telah Meninggal Dunia, Terbaru Epy Kusnandar
-
Epy Kusnandar Meninggal Dunia: Publik Berduka di X, Kang Mus Trending
-
Mengenang Epy Kusnandar di Kantor Suara.com: Aktor Watak yang Irit Bicara
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI
-
Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite
-
RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung