Suara.com - Indra Bekti dan istri, Aldilla Jelita terpaksa mengubur keinginannya untuk menjalani program bayi tabung. Hal itu lantaran presenter berusia 42 tahun itu mempertimbangkan kondisi sang istri yang tengah sakit.
"Untuk sekarang nggak maksain, enam bulan ini fokus sembuhin Dilla dari sakitnya ini," kata Indra Bekti di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).
Sebelumnya, Indra Bekti menjelaskan bahwa istrinya memiliki riwayat sakit TBC. Ia menduga hal itu yang menjadi salah satu penyebab embrio bayi tak bertahan lama usai proses bayi tabung.
"Iya belum berhasil tapi bukan berarti karena TB ya, cuma kalau bayi tabung harus sehat yaa," jelasnya.
Indra Bekti mengatakan gagalnya bayi tabung yang ia jalani bersama Dilla bukan karena TB. Ia berpikir positif bahwa memang belum waktunya saja memiliki anak lagi.
"Ya memang belum waktunya saja mungkin, jadi kita coba yang alami aja sedikasihnya Allah," tutur Indra Bekti.
Kendati demikian, Indra Bekti dan Aldilla Jelita tak menyerah begitu saja. Kini, keduanya mencoba cara alami untuk bisa kembali mendapatkan momongan.
"Kami sih masih ada harapan mau punya lagi, insya Allah bisa berhasil, kalau belum dikasih ya sudah nggak apa-apa ya?," lanjut Indra Bekti sambil bertanya ke istrinya.
2019 lalu Indra Bekti mengumumkan bahwa ia dan sang istri ingin memiliki anak lelaki dan mencoha proses bayi tabung. Namun, awal tahun Indra Bekti mengumumkan programnya gagal karena embrio tersebut tak berkembang.
Baca Juga: 2 Liter Cairan di Paru Disedot, Istri Indra Bekti Boleh Pulang dari RS
Keinginan menjalani program bayi tabung muncul usai keduanya harus menerima kenyataan pahit karena bayi laki-laki yang baru dilahirkan Dilla meninggal dunia pada 2017.
Anak ketiga Indra Bekti, Kenward Athar Indrabekti, meninggal tak lama setelah dilahirkan, Selasa (31/1/2017) malam sekitar pukul 23.20 WIB. Bayi tersebut hanya bisa bertahan beberapa menit.
Indra Bekti yang menikah dengan Aldilla Jelita pada 10 Oktober 2010 sebelumnya sudah dikaruniai dua orang anak. Anak-anak itu yakni, Dafania Sahira Indrabekti lahir pada 23 Mei 2012 dan Anabell Eleanor yang lahir pada 14 Februari 2014.
Berita Terkait
-
Dulu Tak Terpisahkan, Hubungan Indy Barends dan Indra Bekti Kini Tak Lagi Sama
-
Indra Bekti Siap Pindah ke Australia: Kita Tinggalkan Semua yang Ada di Sini
-
Indra Bekti Ungkap Perjuangan Lawan Fatty Liver: 3 Kali Masuk IGD!
-
Indra Bekti Turun 12 Kilogram Gegara Diet dan Sakit, Aldila Jelita Protes: Kekurusan!
-
Apa itu Fatty Liver yang Diderita Indra Bekti? Ini Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatannya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
BRI Percepat Transformasi Digital, Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS Tumbuh Pesat
-
Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor
-
Tak Hanya Genjot Bisnis, Emiten LINK Perkuat Strategi ESG
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana