Suara.com - Train to Busan adalah film dengan genre horror-thriller besutan sutradara Yeong Sang-ho yang berhasil mencuri perhatian seluruh dunia.
Film Train to Busan ini menceritakan tentang bagaimana manusia akan bertahan hidup ditengah bencana zombie apocalypse. Train to Busan menceritakan bagaimana Seok Woo yang diperankan oleh Gong yoo bertahan hidup untuk bertemu dengan anak dan istrinya saat wabah zombie menyerang Korea.
Di film ini, zombie diceritakan sebagai sumber masalah yang menyebarkan wabah melalui gigitannya, dimana gigitan zombie ini akan memanipulasi DNA manusia dan akan mengubah manusia menjadi zombie. Siapapun yang tergigit akan langsung berubah menjadi zombie.
Mereka yang berhasil selamat mencoba melarikan diri menggunakan kereta untuk mencari tempat aman.
Film ini diperankan oleh deretan aktor dan aktris kenamaan korea, diantaranya adalah Gong Yoo, Kim Su-an, Jung Yu-mi, Ma Dong-seok, Choi Woo-shik, dan Ahn So-hee.
Pada awal film akan ditampilkan seekor rusa yang tertabrak oleh truk, ternyata truk tersebut sebelumnya melewati daerah yang mengalami kebocoran. Rusa yang tertabrak tadi tidak mati, melainkan berubah menjadi zombie.
Seok Woo adalah seorang manajer keuangan sekaligus ayah yang bekerja di Seoul yang ingin menuruti keinginan anaknya untuk bertemu dengan ibunya, terlebih hari itu ulang tahun Soo An. Seok Woo menaiki kereta cepat dengan tujuan Busan untuk mengabulkan permintaan anaknya.
Baca Juga: Film Mortal Kombat 2021: Sinopsis, Pemeran dan Jadwal Rilis
Sesampainya di dalam kereta ternyata ada zombie perempuan yang berhasil membaur dengan manusia, zombie perempuan itu mulai menggila dan menggigit siapapun yang ada di hadapannya. Terror tidak berhenti disitu, korban dari zombie perempuan itu melakukan hal yang sama.
Seketika virus zombie tersebar secara cepat dan masif, kereta yang semula tentram dan damai berubah menjadi kendaraan yang memuat ratusan mayat hidup.
Perjalanan Seok Woo berubah menjadi perjalanan paling mengerikan dalam hidupnya, pada akhirnya ia harus mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Soo An.
Film ini benar-benar menguras emosi penonton, dengan alur yang cepat dan begitu menyayat hati tidak salah jika film ini memenangkan banyak sekali penghargaan baik dalam skala nasional maupun internasional.
Film Train to Busan yang dirilis pada 20 Juli 2016 ini berhasil meraup keuntungan sebesar USD 92,7 juta atau sekitar 1,3 miliar, film yang memiliki durasi 118 menit juga berhasil meraih rating 7,6/10 di IMDb dan skor 88% di Rotten Tomatoes.
Berita Terkait
-
Profil Timo Tjahjanto, Sineas Tanah Air Sutradara Remake Train to Busan
-
Film Mortal Kombat 2021: Sinopsis, Pemeran dan Jadwal Rilis
-
6 Rekomendasi Film Fiksi Ilmiah, Cocok Ditonton Akhir Pekan
-
3 Fakta Film Cruella: Sinopsis, Pemeran dan Jadwal Rilis
-
Mengenal Siapa Larry Flynt, Bos Industri Porno Amerika
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan