Suara.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membeberkan kronologi penangkapan aktor Agung Saga terkait kasus narkotika.
Menurut Yusri Yunus, penangkapan Agung Saga bermula dari laporan warga sekitar. Setelah itu, polisi bergerak ke apartemen kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada 27 Maret 2021.
"Pada Hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2021 anggota Timsus Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat mendapatkan informasi dari warga masyarakat bahwa tersangka AS sering beli dan mengkonsumsi barang yang diduga Narkotika jenis Sabu," kata Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).
Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa empat bungkus plastik klip kecil, bong alias alat isap sabu dan narkoba jenis sabu seberat 0,28 gram.
"Barang bukti berupa empat plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam tempat pewangi ruangan otomatis yang berada diatas lemari. Satu buah alat isap sabu yang terdiri dari botol air mineral, sedotan, cangklong dan pipet, satu buah kartu debit BCA, beserta ponsel merk OPPO warna hitam yang digunakan untuk transaksi," kata Yusri Yunus membeberkan.
Setelah melakukan pengembangan, polisi juga berhasil meringkus seorang tersangka lainnya yakni RR seorang wanita yang merupakan teman dari Agung Saga. Mereka patungan masing Rp 300 ribu untuk membeli sabu.
"Tersangka AS sebelumnya pada hari Jumat, 26 Maret 2021 sekitar pukul 16.28 WIB menghubungi tersangka RR untuk membeli narkotika jenis sabu," kata Yusri Yunus.
"Tersangka AS mengirimkan uang kepada tersangka RR melalul transfer ke rekening. Tersangka RR menambahkan uang untuk pembelian narkotika jenis sabu," kata Yusri Yunus melanjutkan.
Baca Juga: Agung Saga Sembunyikan 0,28 Gram Sabu di Tempat Pewangi Ruangan
Selain Agung Saga dan RR, polisi juga menangkap seorang lelaki berinisial RS yang merupakan kurir sabu.
"Jadi selain AS dan RS, kami juga berhasil menangkap RR seorang kurir yang diminta tolong AS dan RR untuk beli sabu," ucap Yusri Yunus.
"Mereka berdua patungan, masing Rp 300 ribu untuk membeli sabu kepada RR. Kalau RR dan RS ditangkap di kos-kosan, itu kami tangkap setelah dilakukan pengembangan polisi," tutur Yusri Yunus.
Atas kasus ini, Agung disangkakan pasal 114 ayat 1, juncto pasal 132 ayat 1 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Ini kasus narkotika yang kedua untuk Agung Saga. Sebelumnya, pada 9 April 2019 bintang film Rumah Malaikat ini ditangkap di depan Circle K Jalan Petogogan II, Gandaria Utara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan barang bukti narkotika jenis sabu.
Agung Saga bebas dari tahanan setelah tim kuasa hukumnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.
Agung Saga awalnya divonis empat tahun dua bulan penjara. Namun hukumannya dipangkas menjadi satu tahun enam bulan setelah kasasinya itu dikabulkan oleh Mahkamah Agung.
Pada 7 Oktober 2020, Agung Saga akhirnya menghirup udara bebas. Ia sempat berjanji tak akan memakai barang haram tersebut.
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan