Suara.com - Aktor senior Mark Sungkar batal mengajukan banding atas vonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor. Ayah Shireen Sungkar itu punya alasan sendiri kenapa tak jadi naik banding.
"Pak Mark merasa capek bertarung terus di Pengadilan. Jadi beliau ingin fokus menjalani hukuman sebagaimana mestinya," kata kuasa hukum Mark Sungkar, Fahcri Bachmid dihubungi awak media, Sabtu (24/7/2021).
Menurut Fachri, kliennya sadar bila ajukan banding bakal memakan waktu lagi. Sehingga energi Mark juga nanti terbuang sia-sia di usia senja.
"Pak Mark nerima putusan karena dia mau fokus menjalani aja deh. Kalau ajukan banding putusan tidak inkrah," ujarnya.
Pertimbangan lain, Mark Sungkar tak mau ambil risiko jika kasusnya naik di tingkat Pengadilan Tinggi atau Mahkamah Agung.
"Banyak kemungkinan yang terjadi di tingkat selanjutnya, jika banding di Pengadilan Tinggi atau MA," ucap Fachri.
Mark Sungkar sebelumnya divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu tahun penjara atas kasus tindak pidana korupsi dana pelatnas Triatlon.
Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU, yakni 2,5 tahun penjara.
Saat mendengar putusan tersebut dihadapan hakim dia mengaku kecewa dan meminta pikir-pikir dengan putusan tersebut.
Baca Juga: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Mark Sungkar Batal Ajukan Banding
Saat kasus ini masih bergulir, Mark Sungkar tadinya cukup lama ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Namun selama berada di sana kondisinya naik turun.
Hingga akhirnya, Mark Sungkar dinyatakan positif covid-19. Dia kemudian dibantarkan ke RSPP Jakarta berdasarkan penetapan majelis hakim.
Sehabis itu, Mark Sungkar juga bisa bernapas lega. Permohonan untuk dijadikan tahanan kota dikabulkan hakim pada 5 Mei 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi