Suara.com - Musik menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlangsungan tatanan interaksi sosial dan ekonomi masyarakat. Selama pandemi semua sektor yang terkait di dalamnya mendadak tiarap. Interaksi manusia di dalamnya tidak dapat berjalan seperti sediakala.
Lewat gelaran Jazz Gunung Bromo 2021 yang telah berlangsung pada Sabtu, 25 September 2021 lalu interaksi tersebut akhirnya bersinergi kembali. Penonton, musisi, panitia menumpahkan kebahagiaan mereka.
Pemprov Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo yang mendukung penuh gelaran ini, terbukti tak salah langkah. Mereka memberikan kepercayaan penuh kepada penyelenggara untuk dapat menghelat konser musik dengan prokes ketat. Jazz Gunung Indonesia menjalankan amanat tersebut dengan komitmen dan integritas. Hasilnya dibuktikan dengan 100% hasil swab negatif dan 100 persen sudah divaksinasi untuk seluruh penonton, pengisi acara, dan panitia.
Suka cita, tepuk tangan, canda tawa, berdansa dan bernyanyi bersama dengan tetap menjaga jarak menggema hingga haru bercampur aduk di dalam amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo malam itu. Interaksi manusia kembali terjadi di tengah pandemi. Mereka yang hadir di sana sesuai kapasitas yang ditentukan yaitu 300 orang secara tidak langsung menyatakan diri untuk siap berdampingan dengan pandemi demi menikmati suguhan konser musik.
Siraman cahaya panggung, tata suara yang mumpuni, dan keindahan alam Bromo dinikmati dengan seksama. Seluruh penampil: Surabaya Pahlawan Jazz, Dua Empat, The Jam’s, Janapati (Tohpati dan Dewa Budjana), Ring of Fire Project feat. Fariz RM secara berurutan menyajikan performa terbaik mereka. Hawa dingin menjadi hangat sepanjang pertunjukkan.
“Kami bekerja semaksimal mungkin untuk meyakinkan semua pihak bahwa yang dilakukan Jazz Gunung Bromo dapat dilaksanakan dengan baik sesuai peraturan PPKM level 2 yang berlaku. Kami berterima kasih kepada penonton dan musisi serta semua pihak yang mempercayakan kami untuk dapat menghelat Jazz Gunung Bromo 2021. Terutama untuk Jajaran pemerintah provinsi Jawa Timur dan kabupaten Probolinggo,” ungkap Direktur Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono.
Tentu ini menjadi kabar baik bagi industri pertunjukan seni dan budaya Indonesia. Jazz Gunung Bromo 2021 menjadi tolak ukur keberhasilan konser musik di tengah pandemi. Sehari setelah acara ini dihelat, pemerintah lewat Menkominfo Republik Indonesia, Jhonny G. Plate telah mengizinkan konser musik untuk diselenggarakan dengan skala besar dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
“Saat ini yang bisa kita lakukan bersama-sama adalah bisa bergerak dan beradaptasi. Jika sudah diizinkan, seluruh pengisi acara, penonton, dan penyelenggara harus sadar kita berdampingan dengan pandemi dan juga mau patuh dengan prokes. Sudah saatnya musik kembali berkontribusi untuk pemulihan ekonomi serta produktivitas masyarakat di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, sosial, budaya, dan sebagainya dengan mematuhi pedoman penyelenggaraan yang berlaku,” Kata Bagas.
Menurut salah satu penampil, Fariz RM. Penyelenggara dan musisi seharusnya punya tanggung jawab terhadap masa depan kesenian dan kebudayaan kita, bukan hanya tanggung jawab komersil saja.
Baca Juga: Link Live Streaming PSM Makassar Vs Barito Putera, Liga 1, 27 September
“Apalagi saat pandemi seperti ini, keberlangsungan pertunjukkam seni dan budaya di tangan kita semua. Jazz Gunung punya visi dan misi tersebut. Makanya saya tidak pernah keberatan setiap ada kesempatan untuk diajak kolaborasi dalam satu panggung,” pungkas Fariz.
Siaran Ditunda dan Gerakan Solidaritas
Sebelum perhelatan Jazz Gunung Bromo 2021 diselenggarakan, sebuah gerakan solidaritas #BergerakBeradaptasi dilakukan Jazz Gunung Indonesia untuk memberikan semangat lewat karya poster 4 series bertajuk We Are Ready (untuk industri pertunjukkan seni dan budaya), Ready To Work (untuk para pekerja pertunjukkan seni dan budaya), Ready To Rock (untuk musisi, seniman, dan budayawan), Ready To Roll (untuk penonton dan penikmat pertunjukkan seni dan budaya).
Jazz Gunung mengajak partisipasi Anda untuk turut mengunggah di media sosial dengan sertakan tagar #BergerakBeradaptasi dan pesan untuk tetap menjaga prokes. Poster dan contoh caption dapat diunduh pada tautan ini bit.ly/PosterBergerakBeradaptasi selama periode tanggal 27 September 2021 – 31 Oktober 2021.
Bagi yang tidak dapat menyaksikan keseruan Jazz Gunung Bromo 2021 bisa menyaksikan siaran tundanya secara virtual di bulan Oktober 2021. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti Instagram @jazzgunung untuk informasi lebih lanjut. Jazz Gunung Indonesia, Indahnya Jazz Merdunya Gunung.
Berita Terkait
-
Jazz Gunung Bromo Hadir 25 September 2021, Jadi Konser Berpenonton Pertama saat PPKM
-
Segera Digelar, Jazz Gunung Bromo 2021 Terapkan Prokes Ketat
-
Jazz Gunung Bromo 2021 Siap Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat
-
Penghargaan untuk Ireng Maulana dari "Jazz Gunung Bromo"
-
Jazz Gunung Bromo Membuat Kawasan Tengger Dipadati Pengunjung
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu
-
Ruben Onsu Resmi Perjuangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Sidang Digelar 15 Juli 2026
-
Seni Membalas Hujatan: Bule Real 'Comeback' dengan Single Dangdut Komedi 'Hayati'
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026