Suara.com - Masalah finansial yang menimpa Jessica Iskandar membuat ibu dua anak itu harus merelakan untuk menjual rumah mewahnya di Jakarta.
Belum lama ini, Jessica juga kedapatan menjual salah satu tasnya di media sosial. Adalah Chanel Boy Bag Small Size, yang ia beli second hand pada 2017 lalu.
"Hello! Aku mau jual tas aku, Chanel boy bag small size, lamb skin, second hand aku beli 2017, tapi terawat masih bagus banged. Kartu garansi dan box lengkap. Yang berminat serius bisa hubungi nomor di link bio aku ya. Terima kasih," tulis Jessica.
Sudah mejeng di feed Instagram hampir seminggu, menjadi sinyal bahwa tas miliki istri Vincent Verhaag itu belum laku terjual. Memang berapa sih harga tas tersebut?
Chanel sendiri merupakan rumah mode dari Perancis yang diambil dari nama pendirinya, Gabrielle Chanel atau Coco Chanel.
Berdasarkan penelusuran Suara.com, Chanel Boy Bag dengan kulit domba seperti milik Jessica Iskandar dijual sekitar Rp95 juta - Rp100 jutaan.
Namun menurut pendiri bazaar tas preloved Irressistible Bazaar - Marisa Tumbuan, tas yang saat ini dijual oleh Jessica sebenarnya masih memiliki peminat. Hanya saja untuk urusan kisaran harga, Marisa enggan menjawab.
"Angkanya aku gak bisa bilang. Karena kalo disebut di media, agak ga etis juga untuk Jedar. Karena dia kan lagi usaha jual dengan harga yang dia inginkan," kata Marisa saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Jessica Iskandar atau Jedar memang mengaku tengah memiliki masalah ekonomi. Ia sudah menunggak tiga bulan kewajibannya untuk membayar tagihan rumah di Jakarta.
Baca Juga: Dituding Tak Mau Bayar Cicilan Jessica Iskandar, Vincent Verhaag Diserang Sana-sini: Kerja Woi!
Masalah finansial itu bermula dari kasus dugaan penipuan yang membuat Jessica Iskandar rugi hingga Rp10 miliar. Di saat yang sama, kondisi kesehatan Jessica menurun hingga membuatnya urung menerima berbagai job pekerjaan di Jakarta.
Berita Terkait
-
Berapa Harga Parfum Chanel? Ini Kisarannya dan 3 Merek Lokal yang Tak Kalah Wangi
-
Jessica Iskandar Bangga Putranya Lulus SD, Tarif Sekolah El Barack Bikin Melongo
-
Jessica Iskandar Syok El Barack Bikin Pricelist Endorse Sendiri, Tarif Syuting Mulai Rp200 Ribu
-
Hari Bahagia Berubah Panik, Anak Jessica Iskandar Alami Cedera Tangan Saat Ultah
-
5 Rekomendasi Bedak Tabur Lokal Alternatif Chanel, Hasil Makeup Mulus dan Flawless
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus