Suara.com - Food vlogger Magdalena Fridawati alias Mgdalenaf dibandingkan dengan kritikus makanan profesional usai curhatannya kepada YouTuber Samuel Christ viral di media sosial.
Magdalena mengaku pernah dianggap remeh oleh sebuah restoran yang akan di-review olehnya. Padahal, ia sudah menunjukkan jumlah followers-nya di Instagram yang mencapai 2,4 juta dam YouTube 4,2 juta subscriber kepada restoran tersebut.
Menurutnya, eksposur yang dilakukannya terhadap restoran tersebut akan mendatangkan keuntungan tak terhingga.
Sikap Magdalena yang ingin dijamu secara istimewa itupun dibandingkan dengan para kritikus makanan profesional dalam Michelin Guide Inspector.
Alih-alih ingin dinggap istimewa dan dijamu oleh restoran seperti Magdalena, para kritikus makanan tersebut justru me-review makanan secara diam-diam agar penilaiannya tetap objektif.
Pribadi Pranata pun menyarankan untuk menjadikan Food Vlogger sebagai profesi serius bila tidak ingin lagi dipandang sebelah mata oleh pihak tempat makan.
"Bikin SOP-nya, ajukan proposal kerja, set target dan KPI, adakan review pasca kerja dan efeknya terhadap bisnis reto. Kalau proposal ditolak, coba lagi. Jangan manja dan mau enaknya aja," sambung @pipis.
Cuitan ini memicu beragam komentar dari warganet. Beberapa membandingkan food vlogger di Indonesia dengan luar negeri.
"Hanya di Indonesia kayaknya food vlogger butuh validasi dan perlakuan bak ratu. Justru malah kalay vlogger-nya natural tanpa settingan ini itu pasti lebih enak gak sih nontonnya?" komentar @kabelcharge***.
Baca Juga: 7 Artis yang Selalu Muncul Saat Ramadhan, Raffi Ahmad dan Keluarga Besarnya Syuting di Andara
"Food vlogger di Indo mah boro-boro mau objektif, baru suapan pertama masuk mulut aja udah bilang hmm enak banget rasanya kayak mau meninggal," sambung @prinki***.
"Gimana-gimana juga food vlogger harus punya etika, bikin kesepakatan soal kompensasi dan ga boleh baper kalo resto ga berkenan, bukan malah koar-koar di podcast orang," pungkas @fallenangels***.
Berita Terkait
-
Mgdalenaf Blunder, Samuel Christ Minta Maaf dan Hapus Konten Bareng Sang Food Vloger
-
Kepalang Dirujak Netizen, Curhatan Food Vlogger Magdalena Disebut Cuma Teknik Marketing
-
Bintang Emon Tertawakan Aksi Mgdalenaf Pamer Jumlah Followers untuk Ngelobi Owner Resto
-
Ngeluh Tak Dijamu Owner Resto, Food Vlogger Mgdalenaf Dikritik Cuma Makan Gratis
-
Punya 2 Juta Followers, Food Vlogger Andre Sarwono Santap Seribu Menu di 5 Kota di Indonesia
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap