Suara.com - Industri musik Tanah Air berduka setelah Carlo Saba, vokalis Kahitna, berpulang di usia 54 tahun pada Rabu (19/4/2023). Meski belum dikonfirmasi resmi, tapi muncul dugaan jika sahabat Yovie Widianto ini meninggal dunia karena serangan jantung.
Carlo Saba adalah musisi berhasil membawa Kahitna meraih puncak kesuksesan bersama personil lainnya. Kepergiannya menjadi satu kehilangan besar untuk dunia musik Indonesia. Untuk kembali mengenang sosoknya, berikut ulasan tentang profil Carlo Saba.
1. Latar Belakang Carlo Saba
Lahir di Bandung pada 5 Januari 1969, Carlo Saba adalah penyanyi keturunan Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan sulung dari empat bersaudara, ketiga adiknya masing-masing bernama Marthin Saba, Denny Saba dan Ivan Saba. Ia dan adik-adiknya sama-sama terjun ke dunia musik dan menjadi pen
Carlo Saba mulai dikenal luas setelah menjadi salah satu pendiri dari grup vokal pria Kahitna. Bersama dengan Kahitna, Carlo Saba berhasil menjadi penyanyi pria populer. Tak hanya bersuara merdu, Carlo juga dikenal sebagai penulis lagu.
Walau sudah cukup jarang muncul di layar kaca, tapi Carlo Saba aktif di Instagram untuk menyapa penggemar. Akunnya @carlo_saba sendiri sudah memiliki lebih dari 300 ribu pengikut.
2. Perjalanan Karier
Carlo Saba mengawali kariernya di dunia musik pada tahun 1986. Kala itu bersama sahabatnya, Yovie Widianto terbentuklah grup Kahitna di Bandung tepatnya pada 24 Juni 1986. Bersama Kahitna Carlo Saba sudah merilis 10 album termasuk 8 album studio dan 2 album kompilasi.
Dalam perjalanan kariernya Carlo Saba ikut menyumbang lagu yang membesarkan nama Kahitna yaitu Setahun Kemarin (1998), Permaisuriku, dan Bila Saya (2000). Selain bernyanyi, Carlo Saba juga jago membuat lagu.
Baca Juga: Jenazah Dimakamkan Besok di TPU Tanah Kusir, Begini Suasana Rumah Duka Carlo Saba
3. Karier Solo
Sukses bersama grupnya, Carlo Saba mencoba peruntungan dengan bersolo karier. Pada tahun 1999 Carlo Saba merilis rohani bertajuk Penyembahanku. Kemudian pada tahun 2014, ia kembali meluncurkan album solonya Kepingan Cinta yang menjadi album solo keduanya.
Kiprah Carlo Saba tak hanya terbatas dengan Kahitna dan solo saja, sebab ia juga membentuk grup vokal pria bersama ketiga adiknya Marthin Saba, Denny Saba dan Ivan Saba Carlo. Grup Saba bersaudara ini diberi nama Saba sesuai nama belakang mereka.
Sejak dibentuk pada 1997 Saba sudah merilis dua album yaitu Hidup Itu Indah (2010) dan Yes! This is Christmas (2013) dan satu singel berjudul Seindah Cintamu (2021).
4. Meninggal Dunia
Carlo Saba meninggal dunia pada (19/4/2023) pukul 21.41 WIB setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus Jakarta Selatan. Kepergian Carlo Saba yang mendadak mengejutkan banyak orang termasuk para sahabat dan penggemar. Sementara itu penyebab pasti kematiannya belum diumumkan.
Namun, banyak yang menduga Carlo Saba meninggal karena serangan jantung. Sebelumnya sang adik yaitu Marthin Saba juga berpulang pada Februari 2021 setelah terkena serangan jantung. Dilansir dari akun resmi Kahitna, Jenazah Carlo Saba akan disemayamkan di Rumah Duka Santosa yang ada di Jalan Abdul Rahman Saleh, Jakarta Pusat.
Profil Carlo Saba tadi hanya menggambarkan sekelumit kehidupannya yang panjang dengan karier gemilang sebagai penyanyi. Doa dan ucapan belasungkawa membanjiri kolom komentar Instagramnya. Kepergian Carlo Saba adalah duka mendalam bagi keluarga, dunia musik, sahabat, dan penggemar. Selamat jalan Carlo Saba.
Kontributor : Safitri Yulikhah
Berita Terkait
-
Carlo Saba Meninggal, Yovie Widianto Masih Syok: Berharap itu Bohong
-
Jenazah Dimakamkan Besok di TPU Tanah Kusir, Begini Suasana Rumah Duka Carlo Saba
-
Sehari Sebelum Meninggal, Kondisi Carlo Saba Sempat Membaik dan Buka Puasa Bersama Teman-temannya
-
Carlo Saba Meninggal Dunia, Yovie Widianto Ungkap Cita-Cita Besar Mendiang Buat Kahitna
-
Alami Penyumbatan, Carlo Saba Sempat Kena Serangan Jantung Jelang Manggung
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur
-
Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Tak Sekamar saat Umrah, Ini Alasannya
-
Tiketnya Hampir Ludes, Intip Prediksi Setlist Konser My Chemical Romance di Jakarta
-
Bak Film Bollywood, Lina Mukherjee Resmi Dipersunting Lelaki Italia di Pernikahan Impiannya