Suara.com - Doddy Sudrajat kembali membuat pernyataan mengejutkan dan bikin warganet terheran-heran. Kali ini, ayah almarhumah Vanessa Angel ini tak mengakui putri dari pernikahannya dengan Puput Sudrajat, Aisyah.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Doddy Sudrajat dalam sebuah wawancara dengan infotainment. Rupanya, kabar Doddy tak mengakui putrinya sampai ke telinga Aisyah.
Aisyah awalnya tak sengaja melihat video Doddy Sudrajat di sebuah platform media sosial. Aisyah sedih karena dalam video tersebut, Doddy menyebut Mayang anaknya yang sekarang tinggal bareng dengannya tidak punya adik.
Padahal, Aisyah lahir saat Puput menikah dengan Doddy Sudrajat. Beberapa orang juga menyebut kalau Aisyah sangat mirip dengan Doddy. Makanya, Aisyah sangat sedih karena ayahnya tak mengakuinya sebagai anak kandung.
"Kak tahu enggak sih, kemarin itu aku lihat TikTok, Daddy (Doddy Sudrajat) masak ngomongnya Kak Mayang enggak punya adik. Berarti aku enggak diakui dong kak?" celetuk Aisyah saat ngobrol dengan kakaknya, Chika Shenaz sambil ekspresi wajahnya sedih.
Sebelumnya, Doddy Sudrajat secara terang-terangan menyebut kalau Aisyah memang bukan anak kandungnya.
"Mohon maaf Aisyah itu memang bukan anak darah daging Daddy," kata Doddy Sudarajat yang kemudian video itu viral.
Sontak saja curhatan Aisyah langsung menjadi sorotan. Beberapa merasa kasihan. Sementara beberapa murka dengan ayah Vanessa Angel ini.
"Ini beneran anak kecil murni ngomong gini dari hatinya? Umurnya berapa ya?" komentar seorang wargnet. "Enggak usah sedih enggak diakui yang sejenis itu dek, daripada diakui tapi kesananya hidupmu malah dibikin ribet," komentar warganet lain.
Baca Juga: Wajah Doddy Sudrajat Usai Oplas Bikin Syok: Kayak Abis Digebuki Netizen
"Kasian, semua mental anaknya dirusak si dot," ujar waragnet. "Dia itu senang banget begini ya. Waktu itu Gala yang disebut anak haram, padahal itu cucu dia sendiri, sekarang anaknya sendiri. Kalapun mungkin benar ya jangan begitu lah. Gimana perasaan anaknya, ya ampun Dot Dot," kata warganet lain menimpali.
"Eh si bapak mau itu anak biologis atau enggak ya jangan koar-koarlah. Anak zaman sekarang itu akses untuk dapat informasi mudah, karena sudah banyak yang menggunakan HP. Kalau dia dengar apalagi dari media, itu gimana enggak rusak psikologisnya. Susah sih memang kalau orang enggak paham sama anak, anak kandung aja dijadiin tulang punggung," kata warganet lain menimpali.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan