Suara.com - Ariel NOAH ternyata pernah mendapatkan kritik pedas dari Ahmad Dhani ketika pertama kali terjun di industri musik bersama band Peterpan.
Ariel NOAH bercerita kala itu Ahmad Dhani mengkritik lagu-lagu ciptaannya untuk album pertama Peterpan.
Menurut Ahmad Dhani, lagu-lagu ciptaan Ariel NOAH pada album pertama Peterpan itu tidak jelas dan tidak punya arah. Ariel mengatakan ini saat jadi juri sebuah ajang pencarian bakat beberapa tahun lalu.
"Waktu itu mas Dhani bilang Peterpan itu nggak jelas loh liriknya mau ke mana, ceritain apa gitu," kata Ariel NOAH dalam video yang diunggah ulang akun TikTok @aldieeyy.
Alih-alih marah, Ariel NOAH waktu itu menyadari bahwa lagunya terlalu banyak metafora dan hiperbola yang tidak jelas tujuannya.
Di sisi lain, Ariel NOAH juga mengakui penjualan album pertama Peterpan kala itu hanya 700 ribu copy.
"Oh iya memang, saya sendiri berpikir bahwa lagu-lagu saya pas album pertama itu terlalu banyak metafora, hiperbola, tapi tanpa ada tujuan yang pas gitu," kata Ariel NOAH.
Setelah mempertimbangkan kritik Ahmad Dhani dan mula fokus dalam membuat lagu, Ariel NOAH akhirnya berhasil merilis album "Bintang di Surga". Berbeda dengan yang lalu, penjualan album kali ini cukup melejit.
Sejumlah warganet pun merasa bangga dengan sikap Ariel NOAH yang mau menerima kritik Ahmad Dhani dengan baik.
Baca Juga: Biodata Denny Sumargo, Artis yang Berhasil Mempersatukan Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan
Namun, banyak pula yang membandingkan sikap Ariel NOAH dengan Tantri Kotak dalam menerima kritik Ahmad Dhani.
Pasalnya, Tantri Syalindri sempat ketus saat dikritik oleh Ahmad Dhani ketika menjadi juri Indonesian Idol beberapa tahun lalu.
"Teringat Tantri," kata @butuhkea***.
"Jadi keingat ta*tri Kotak vs Ahmad Dhani," kata @bolpen****.
"Nih dikritik legowo, kalau yang roker itu merong merong, gara-gara itu ilang respect," kata @azhiraqia***.
"Tantri kesindir nggak ya," kata @tutug***.
Berita Terkait
-
Sentil Once Mekel, Ahmad Dhani Lebih Utamakan Kebijaksaan untuk Bayar Royalti eks Bassist Dewa 19
-
Biodata Denny Sumargo, Artis yang Berhasil Mempersatukan Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan
-
Kemesraan Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan Bikin Netizen Baper, Tapi Jijik Lihat Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda
-
Nikita Mirzani Sindir Lady Nayoan Umbar Kesedihan di Konten Youtube: Dibayar Berapa Sih Lu?
-
Emosi Lirik Tak Muncul di Prompter, Ahmad Dhani Ancam Tak Bayar Honor Manajer
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Bukan Cuma Facelift Kosmetik, Suzuki XL7 Alpha Hybrid Terbaru Diam-Diam Bawa 3 Fitur Mahal Ini
-
Viral Aksi Massa Nyaris Bakar Kantor Muhammadiyah di Madura, Ini Penyebabnya
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Palembang Kekurangan TPU? Enam Kecamatan Masih Belum Punya Tempat Pemakaman Umum
-
Jalan Licin Diduga Akibat Limbah Ikan di Pasar Kebayoran Lama, Banyak Pemotor Tumbang
-
PSEL Legok Nangka Bandung Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah Jadi Listrik 40,79 MW
-
Geely Coolray Meluncur di GIIAS 2026 Siap Rusak Dominasi SUV Jepang Harga Rp 300 Jutaan
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
Dudung Buka Suara soal Komcad: Bukan Prajurit Aktif dan Bukan Wajib Militer
-
Laba BJBR Melonjak 58,8%, Kredit Tembus Rp140,4 Triliun di Tengah Persaingan Ketat Perbankan