Suara.com - Edi Darmawan Salihin belum lama ini memperlihatkan video rekaman CCTV yang disebut-sebut sebagai bukti kuat bahwa Jessica Wongso lah yang membunuh putrinya, Wayan Mirna Salihin. Namun video tersebut tidak digunakan sebagai barang bukti selama persidangan berlangsung pada 2016 lalu.
Dalam wawancara bersama Karni Ilyas, Edi Darmawan Salihin menjelaskan bahwa rekaman CCTV yang belum pernah diperlihatkan ke depan publik ini disaksikan di Polda bersama Irjen Krishna Murti dan eks Kapolri, Tito Karnavian.
"Kenapa kita dulu nggak keluarkan waktu sidang? Kita nggak mau dia (Jessica) dihukum mati. Biarin dia tersiksa, kalau bisa seumur hidup, maksud saya begitu. Jangan dihukum mati dia, mati enak ditembak selesai," ungkapnya.
Namun menurut Shandy Handika, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus kematian Mirna, pihaknya memang tidak menggunakan video tersebut sebagai bukti meskipun sudah ditunjukkan di persidangan.
"Kalau nggak salah dia (ayah Mirna) yang bawa, ditunjukkan di persidangan, tapi kami tidak menggunakan itu, karena kami tidak asal ambil barang bukti," ujar Shandy dikutip dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (10/10/2023).
"Barang bukti itu harus relevan dan admitable, maksudnya sesuai dengan tata cara perolehannya, dan itu punya kaitan langsung dengan tindak pidana," lanjutnya.
Shandy Handika mengaku lupa-lupa ingat. Namun alasan tim JPU tidak menggunakan video tersebut sebagai bukti karena tidak berasal dari digital forensik.
"Pada saat itu, kami lupa-lupa ingat, tapi kami tidak menggunakan alasannya apa, saya tidak ingat. Tapi ini bukan termasuk yang dianalisa sama ahli digital forensik, karena itu kami tidak menggunakan (video tersebut)," ungkapnya.
Meski diklaim sebagai bukti yang kuat, video hanya menunjukkan tangan yang memasukkan sesuatu ke dalam gelas. Tidak ada gambaran utuh sehingga video bisa saja direkayasa.
Baca Juga: Reza Indragiri Ngaku Ditelepon Pemegang Otoritas, Minta Berhenti Bicarakan Kasus Jessica Wongso
"Kami bergantung pada digital forensik dengan ahli-ahli kami, jadi itulah yang kami anggap kredibel, perolehannya harus dari dia. Itu dia udah uji semuanya, apakah ada penyisipan ada pengurangan," kata Shandy.
"Nah, ini nggak tahu nih ada penyisipan atau tidak. Daripada kami membahayakan kasus yang sudah kami bangun, ya mending nggak usah dipakai," imbuhnya.
Menurut Shandy Handika, tanpa video itu pun tim JPU sudah menilai dan meyakini dengan bukti yang ada bahwa Jessica pelaku pembunuhan Mirna.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
Jessica Wongso Tanggapi Santai Komentar Warganet yang Takut Diajak Ngopi
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Bongkar Taktik 'Parcok' di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Ungkit Kasus Jessica Wongso, Mengapa?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia