Suara.com - Kuasa hukum korban pembunuhan Dini Sera Afrianti, Dimas Yemahura, mengaku siap melawan apabila pihak tersangka, Gregorius Ronald Tannur, melaporkannya ke polisi.
Diketahui, pihak tersangka memang mengatakan akan melaporkan keluarga korban beserta kuasa hukumnya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Hal itu berkaitan dengan video penolakan permintaan damai dari keluarga korban yang diunggah di Instagram beberapa waktu lalu.
Pada video itu, keluarga Dini dan Dimas mengatakan bahwa ada pihak dari Ronald Tannur yang datang ke rumah dan menawari uang damai dengan embel-embel santunan.
Video tersebut dianggap sebagai pencemaran nama baik oleh pihak keluarga Ronald Tannur.
"Mas Dimas mau dilaporin katanya? Mas Dimas sudah tahu belum?" tanya Denny Sumargo dalam podcast-nya, Minggu (22/10/2023).
"Siap kami," jawab Dimas.
Denny Sumargo pun bingung bagaimana bisa pihak keluarga Dini dan Dimas justru dilaporkan balik oleh tersangka pembunuhan. Tetapi ia tidak paham apa yang membuat Ronald melaporkannya ke pihak berwajib.
"Ya, menurut mereka kami melakukan pencemaran nama baik. Nah, itu saya nggak paham," tutur Dimas sambil tersenyum.
Dimas pun melanjutkan, "Kami membuat video itu tentu dilengkapi dengan bukti-bukti dan tujuan dari video itu bukan untuk menyebarkan, tetapi sebagai tindakan preventif dan edukatif."
Berita Terkait
-
Tega! Ronald Tannur Sempat Kabur Tinggalkan Dini yang Sudah Tak Berdaya di Lobby Apartemen
-
Tak Tahu Diri, Ronald Tannur Bakal Laporkan Balik Keluarga Dini Sera Afrianti Atas Pencemaran Nama Baik
-
Belum Ada Itikad Baik dari Keluarga Ronald Tannur, Adik Andini: Tidak Ada yang Datang ke Rumah
-
Ajak Damai Keluarga Dini Sera Afrianti, Edward Tannur Suruh Orang Partai Kirim Santunan
-
Ditinggal Sejak Bayi, Anak Andin yang Dianiaya Ronald Tannur Curhat: Nanti Kalau Aku Mau Apa-apa Minta Siapa?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
-
Viral Perempuan di Lebak Suruh Terduga Pencuri Parfum Sumpah Sambil Injak Alquran
-
Plot Twist! Ananta Rispo Ketemu Polisi yang Mirip dengannya saat Lapor Kehilangan Helm
-
Viral Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi Pimpin Daerahnya: Kalau Bisa Kucium Lututnya
-
Siswa SMP di Siak Tewas saat Ujian Praktik, Hasil Penyelidikan Polisi Dinanti
-
Padahal Anak, Michelle Ashley Tak Tahu Rumah Pinkan Mambo
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
DJ Bravy Sering Keluar Masuk Islam
-
Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan