Suara.com - Para personel Stinky sempat merespons keluhan Ndhank Surahman Hartono soal tidak adanya uang royalti dari lagu-lagu ciptaannya setelah ia rehat dari band. Kata bassis Stinky, Irwan Batara, para personel aktif sudah membayarkan hak Ndhank selepas mereka tampil menyanyikan lagu Mungkinkah hingga Jangan Tutup Dirimu.
“Tiap Stinky show, Ndhank itu selalu dapat bagian dari bayaran kami,” kata Irwan Batara saat dikonfirmasi, Senin (1/1/2024).
Ndhank Surahman Hartono pun membenarkan cerita Irwan Batara. Ia mengaku masih menerima kiriman uang dari personel Stinky selepas mereka manggung.
“Memang Stinky memberikan jatah,” aku Ndhank Surahman Hartono di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024).
Hanya saja, nominal yang didapat Ndhank Surahman Hartono sangat kecil. Besaran uang itu pun didapat cuma dari hasil diskusi para personel Stinky yang masih aktif.
“Cuma Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu. Itu juga dari kebijakan band,” beber Ndhank Surahman Hartono.
Sedang menurut ketentuan peraturan yang berlaku, uang pembayaran royalti harusnya dibayarkan oleh pihak penyelenggara acara yang mengundang Stinky. Uang tersebut bisa diambil dari bayaran untuk para personel Stinky usai manggung.
“Harusnya uang itu kan dari penyelenggara event. Bahkan setelah saya diskusi dengan teman-teman pencipta lagu, bagian saya itu bisa kisaran 5 persen ke atas dari fee manggung,” jelas Ndhank Surahman Hartono.
Setahu Ndhank Surahman Hartono, bayaran Stinky sekali manggung bisa mencapi puluhan juta rupiah. Dia pun cuma meminta bagian yang lebih sedikit dari nominal batas minimum yang disepakati para pencipta lagu.
Baca Juga: Kronologi Ndank Larang Andre Taulany dan Stinky Nyanyi Lagu Mungkin, Bukan Semata-mata Duit
“Stinky itu ratenya juga 50 (juta) ke atas, sedangkan saya minta hanya 2 persen dari setiap mereka tampil di event,” terang Ndhank Surahman Hartono.
Hanya saja, mayoritas personel Stinky menolak permintaan Ndhank Surahman Hartono. Mereka tetap pada kesepakatan awal untuk memberikan bayaran ke Ndhank sesuai hasil diskusi.
“Mas Irwan pribadi sih sebenernya nggak keberatan, tapi Nano sama Edy nggak setuju. Ya sekarang kalau dengan harga segitu, layak apa tidak kalau bagian saya cuma segitu?” kata Ndhank Surahman Hartono.
Lewat somasi yang sudah didengungkan, Ndhank Surahman Hartono berharap para personel Stinky dan Andre Taulany mau duduk bersama membicarakan masalah bagi hasil tersebut.
“Saya di sini berharap Andre dan temen-temen Stinky bersedia mediasi,” tegas Ndhank Surahman Hartono.
Sebagaimana diberitakan, Ndhank Surahman Hartono tiba-tiba membuat video soal somasi dan pelarangan bagi Andre Taulany dan Stinky untuk membawakan lagu-lagu ciptaannya pada 31 Desember 2023.
Ndhank menyebut mereka sama sekali tidak meminta izin atau memenuhi hak-hak royalti saat membawakan lagu-lagu seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu.
Menurut cerita Ndhank Surahman Hartono, hal itu terjadi semenjak ia memutuskan rehat dan keluar dari Stinky karena alasan kesehatan. Bukan cuma tidak ada izin atau pemenuhan hak royalti, Ndhank juga tidak lagi mendapat kabar soal perkembangan terkini dari internal Stinky.
Selain menciptakan beberapa lagu, Ndhank Surahman Hartono juga salah satu personel asli Stinky yang sudah ikut berkarya sejak era 90-an.
Berita Terkait
-
Kronologi Ndank Larang Andre Taulany dan Stinky Nyanyi Lagu Mungkin, Bukan Semata-mata Duit
-
Stinky Beri Royalti Lagu Mungkinkah ke Ndhank Surahman, Jatahnya Rp250 Ribu
-
Cara Nyeleneh Stinky Nyanyikan Lagu Mungkinkah Usai Dilarang Ndhank Surahman
-
Disomasi Ndank soal Lagu Mungkinkah, Andre Taulany Santai: Baru Somasi 1, Belum 30
-
Irwan Stinky Tak Tahu Ndhank Somasi Lagu Mungkinkah: Ngobrolnya soal Minta Jatah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim