Suara.com - Ndhank Surahman Hartono menceritakan awal mula ide melarang mantan bandnya, Stinky untuk menyanyikan lagu "Mungkinkah" dan Jangan "Tutup Dirimu". Semua bermula ketika Ndhank diminta beristirahat dari berbagai kegiatan Stinky pada 2023.
"Masalahnya itu sejak saya rehat karena sakit. Belum lama kok," ujar Ndhank Surahman, ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024).
Semenjak Ndhank Surahman hengkang, para personel Stinky yang aktif masih menyanyikan lagu "Mungkinkah" ciptaannya. Hanya saja, mereka tidak meminta izin ke Ndhank sama sekali.
"Selama saya tidak bergabung, mereka setiap membawakan lagu 'Mungkinkah' itu enggak ada pembicaraan dengan saya. Padahal kalau secara legal, penciptaan, pembuatan, bisa dibilang lagu 'Mungkinkah' itu 85 persen ciptaan saya," kata Ndhank.
Ndhank Surahman sebenarnya sudah berusaha membicarakan masalah pembagian performing rights dengan para personel Stinky yang masih aktif saat menyanyikan lagu "Mungkinkah" dan "Jangan Tutup Dirimu". Hanya saja, mayoritas dari mereka keberatan membagikan royalti ke Ndhank selaku pencipta lagu.
"Saya tuh pengin ada tanggung jawab aja. Saya minta hanya dua persen dari setiap mereka tampil di event. Mas Irwan pribadi sih enggak keberatan, tapi Nano sama Edy enggak setuju," imbuh Ndank.
Ndhank Surahman bahkan cuma diberi uang dari personel Stinky senilai ratusan ribu Rupiah setelah mereka tampil membawakan lagu "Mungkinkah". Hitung-hitungan nominal itu cuma didapat dari hasil kesepakatan para personel Stinky yang aktif.
"Yang terakhir ini cuma Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. Itu juga dari kebijakan band. Padahal harusnya uang itu kan dari penyelenggara event," ucap Ndhank Surahman Hartono.
Belum lagi, para personel Stinky juga seperti melupakan jasa Ndhank Surahman begitu saja semenjak dirinya keluar. Tidak pernah ada informasi masuk perihal kondisi terkini Stinky yang sampai ke telinga Ndhank.
Baca Juga: Disomasi Ndank soal Lagu Mungkinkah, Andre Taulany Santai: Baru Somasi 1, Belum 30
"Mereka juga tidak ada kabar ke saya kalau sedang mencari vokalis baru. Saya juga kaget, tiba-tiba ada audisi vokalis dan saya tidak dikabari. Mereka kontrak dengan label baru juga saya tidak diberi tahu," beber Ndhank Surahman Hartono.
Pun halnya dengan Andre Taulany, berbagai upaya yang Ndhank Surahman lakukan untuk mengajak sang artis berkomunikasi soal bagi hasil royalti lagu "Mungkinkah" tidak pernah berbuah hasil.
"Saya sudah berusaha menghubungi Andre, tapi tidak ada respons sama sekali," tutur Ndhank Surahman.
Berbekal dorongan dari sesama musisi pencipta lagu, Ndhank Surahman akhirnya berani menerbitkan somasi yang memuat pelarangan untuk Stinky dan Andre Taulany menyanyikan lagu "Mungkinkah". Kebijakan itu berlaku sampai mereka bersedia membuka ruang diskusi dengan Ndhank soal pembagian royalti.
"Jadi biar benar-benar jalan gitu aturan dari license, dari performing rights juga. Biar ada win-win solution," kata Ndhank Surahman.
Sebagaimana diberitakan, Ndhank Surahman tiba-tiba membuat video soal somasi dan pelarangan bagi Andre Taulany dan Stinky untuk membawakan lagu Mungkinkah pada 31 Desember 2023. Video itu viral hingga mendapat respon langsung dari kedua pihak yang disebutkan dalam somasi.
Berita Terkait
-
Disomasi Ndank soal Lagu Mungkinkah, Andre Taulany Santai: Baru Somasi 1, Belum 30
-
Irwan Stinky Tak Tahu Ndhank Somasi Lagu Mungkinkah: Ngobrolnya soal Minta Jatah
-
Andre Taulany Bongkar Modal Kampanye, Nominalnya Capai Ratusan Juta Rupiah
-
Tak Boleh Bawakan Lagu "Mungkinkah" Lagi, Andre Taulany Akali Pakai Cara ini
-
Profil Singkat dan Agama Ndank, Mantan Gitaris band Stinky yang Melarang Andre Taulany Bawakan Lagu Mungkinkah
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Guncang Oscar 2026! 6 Fakta Film Sinners Pecahkan Rekor dengan 16 Nominasi
-
Tangis Ressa Pecah, Berharap Diakui Denada sebagai Anak: Cuma untuk Ketenangan Hati
-
Intip Detail Gaun dan Makeup Ranty Maria saat Pemberkatan Nikah di Bali: Glam in White!
-
Sering Dikirim Kopi, Tissa Biani Bongkar Sifat Dermawan Lucky Element yang Jarang Diketahui Publik
-
Bikin Element Mandiri, Jasa Besar Lucky Widja di Band Diungkap Sahabat
-
Kasus Penggelapan eks Admin Fuji Naik Sidik, Terungkap Ada Dugaan Sindikat Karyawan
-
Pihak Kepolisian Usut Kematian Lula Lahfah dengan Scientific Investigation
-
Sinopsis Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Saat Dendam Lebih Kuat dari Iman
-
Keanu AGL Bongkar Sifat Asli Lula Lahfah: Tulus, Gak Milih-Milih Teman
-
Mischa Chandrawinata Sentil Mantan Arafah Rianti yang Nyesel Kasih Tas Mahal: Bukan Laki-Laki