Suara.com - Keluarga Saipul Jamil mengomentari langkah Polsek Tambora yang belum memulangkan sang artis setelah tiga malam menginap di sana. Sang kakak, Soleh Kawi mengaku sama sekali tidak mempermasalahkan kebijakan penyidik.
“Saya kira itu masalah prosedural saja,” ujar Soleh Kawi di Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Minggu (7/1/2024).
Saipul Jamil belum dipulangkan karena masih menunggu hasil uji laboratorium rambut untuk menguatkan bukti tes urine yang negatif narkoba.
Arahan disampaikan langsung oleh Kapolsek Tambora, Kompol Donny Agung Harvida yang disebut Soleh Kawi memang sangat patuh terhadap prosedur hukum.
“Beliau ini memang sangat prosedural. Ditunggu sampai nanti berkasnya betul-betul ada,” terang Soleh Kawi.
Soleh Kawi berani menjamin bahwa tidak ada permainan apa pun di balik penahanan Saipul Jamil. Mengingat sejak awal, Polsek Tambora sudah sangat terbuka dengan menyatakan bahwa Saipul bebas dari narkoba.
“Begitu Saipul diamankan, beberapa jam kemudian keluar hasil tes urinenya dan beliau berani menyatakan bahwa itu negatif. Dari situ, makanya kami percaya,” jelas Soleh Kawi.
Oleh karena itu, Soleh Kawi mewakili keluarga Saipul Jamil memilih pasrah mengikuti prosedur hukum yang ada untuk mewujudkan kepulangan sang pedangdut.
“Ya kami nurut aja lah,” ucap Soleh Kawi.
Baca Juga: Sudah 4 Hari, Saipul Jamil Belum Juga Dipulangkan dari Kantor Polisi
Sebagaimana diketahui, Saipul Jamil diamankan penyidik Polsek Tambora pada 5 Januari 2024 lalu. Video penangkapan Saipul yang berlangsung dramatis di kawasan Daan Mogot, Jakarta tersebar di media sosial dan langsung viral di kalangan masyarakat.
Usai video beredar, Polsek Tambora meluruskan informasi penangkapan Saipul Jamil. Mantan suami Dewi Perssik cuma ikut diamankan saat penyidik menangkap sang asisten, yang jadi target operasi sesungguhnya.
“Kebetulan kami tadi melakukan pengamanan terhadap seseorang, ternyata di situ juga ada Saipul Jamil,” jelas Kapolsek Tambora, Kompol Donny Agung Harvida saat dikonfirmasi.
Hasil tes urine Saipul Jamil pun dinyatakan negatif narkoba. Hanya sang asisten saja yang urinenya mengandung zat narkotika, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Saipul ini kami cek urine, hasilnya negatif. Asistennya saja yang positif,” papar Donny Agung Harvida.
Hanya saja, kepulangan Saipul Jamil tertunda karena menunggu hasil uji laboratorium rambutnya. Butuh waktu sekitar 3 sampai 7 hari untuk hasil uji laboratorium dapat diumumkan.
“Jadi ya masih nunggu hasil uji lab itu,” kata sahabat Saipul Jamil, Gus Rofi’i yang tadi malam ikut mendampingi keluarga dan pengacara mantan suami Dewi Perssik.
Berita Terkait
-
Sudah 4 Hari, Saipul Jamil Belum Juga Dipulangkan dari Kantor Polisi
-
Irma Darmawangsa Yakin Saipul Jamil Tak Mungkin Pakai Narkoba: Miras Aja Gak Minum
-
Ikut Diciduk gara-gara Asisten Pakai Narkoba, Saipul Jamil Kapok Asal Pekerjakan Orang
-
Bukan Tersangka Tapi Ditahan, Pengacara Beberkan Kondisi Saipul Jamil di Kantor Polisi
-
Masih Tunggu Hasil Tes Rambut, Saipul Jamil Belum Tentu Keluar Penjara Hari Ini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan