Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

Sabtu, 19 September 2026 | 10:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengaku sudah diberi pesan untuk tidak melakukan joget. Diketahui joget melekat pada diri Prabowo, terutama saat kampanye Pilpres 2024. Foto BPMI Sekretariat Presiden.
BACA 10 DETIK
  • Prabowo berkomitmen menindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan dalam pidatonya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
  • Kapolri melaporkan kepada presiden bahwa terdapat 95 korporasi yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas bencana karhutla tersebut.
  • Presiden menegaskan akan mencabut izin operasional seluruh perusahaan nakal yang terbukti melanggar hukum setelah bukti terkumpul.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pada acara HUT PAN ke-28 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.

Awalnya Prabowo menyampaikan jika dirinya sangat sedih setiap terjadinya kebakaran hutan. Apalagi hal itu diperparah dengan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan pembakaran.

"Kita sedih tiap kali kebakaran hutan. Benar? Tapi kita menemukan bahwa banyak kebakaran hutan itu diperparah oleh manusia-manusia tertentu," kata Prabowo.

Ia mengungkapkan, bahwa ia telah menerima laporan dari Kapolri mengenai puluhan perusahaan yang diduga menjadi dalang di balik maraknya bencana karhutla di tanah air.

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)

"Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar, mereka ikut bertanggung jawab atas kebakaran-kebakaran itu. Saya sudah kasih petunjuk Kapolri, usut terus. Jangan ragu-ragu," ujarnya.

Kepala Negara menegaskan, tidak akan menoleransi korporasi nakal dan siap mengambil tindakan hukum terberat dengan mencabut izin operasional mereka demi menegakkan amanat konstitusi.

"Begitu bukti sudah kuat, lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu. Saya tidak ragu-ragu karena saya setia kepada Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33. Bumi dan air dan semua kekayaan alam dikuasai negara, apalagi yang melanggar," tegasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com