Suara.com - Kabar Ayu Ting Ting sudah dilamar seorang anggota TNI semakin jelas, setelah beberapa fotonya ketika menggelar acara tersebut tersebar di media sosial.
Pada foto yang beredar, Ayu Ting Ting terlihat mengenakan gaun berwarna putih lengkap dengan kain veil. Begitu pula dengan tunangannya yang mengenakan setelan berwarna putih.
Kabarnya, tunangan Ayu Ting Ting ini adalah Muhammad Fardana yang merupakan lulusan akademi militer dari Jepang.
Tak sedikit publik mungkin penasaran dengan alasan Ayu Ting Ting menerima lamaran dari Muhammad Fardana. Karena sebelumnya, pemilik nama asli Ayu Rosmalina ini memiliki beberapa kriteria dalam mencari suami sekaligus ayah sambung untuk anaknya, Bilqis.
Salah satunya, janda 1 anak itu ingin calon suami yang bertanggung jawab dari hal sekecil apapun, termasuk penghasilan.
Gaji Tunangan Ayu Ting Ting
Sementara, gaji dan tunjangan seorang anggota TNI AD ini disesuaikan dengan pangkat dan penempatannya.
Pada anggota TNI berpangkat Lettu (Letnan Satu) sekitar Rp 2,5 sampai Rp 4 jutaan tetapi belum termasuk tunjangannya.
Lalu gaji TNI dengan pangkat Letnan Kolonel Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.
Belum diketahui pangkat dari Muhammad Fardana. Ada yang bilang berpangkat Lettu, ada juga yang menyebut lelaki tersebut berpangkat Letkol.
Ini tentu jauh berbeda dengan Ayu Ting Ting yang bayarannya disebut dua kali lipatnya dari Raffi Ahmad.
Bahkan, gaji Lettu Muhammad Fardana ini bisa dibilang tak ada seperempatnya dari bayaran Ayu Ting Ting sekali manggung.
Berdasarkan informasi dari akun @mesindiesellam1, bayaran Ayu Ting Ting sekali manggung mencapai Rp 150 juta hingga Rp 300 juta. Belum lagi, Ayu juga menerima banyak endorse dan mengisi acara TV.
Tak hanya itu, gaji Muhammad Fardana nampaknya juga setara dengan biaya SPP sekolah Bilqis per bulannya.
Seperti yang diketahui, anak Ayu Ting Ting menempuh pendidikan di Kinderfield Highfield School yang biaya sekolahnya terbilang cukup tinggi.
Merangkum berbagai sumber, biaya pangkal di Kinderfield Highfield School pada Tahun Ajaran 2019/2020 itu mencapai Rp 38,5 juta. Sementara biaya SPP per bulannya adalah Rp 2,6 juta. Jadi jika ditotal dalam setahun, SPP SD Kinderfield Highfield School tembus Rp 31,2 juta.
Wali murid juga dikenakan biaya lain untuk buku dan aktivitas sekolah sebesar Rp 2,55 juta per semester. Biaya ini kemungkinan besar akan naik seiring bergantinya tahun ajaran baru.
Berita Terkait
-
Tunangan Ayu Ting Ting Diduga Tentara, Gajinya Masih Kalah Mentereng dari Raffi Ahmad
-
Foto Lamaran Ayu Ting Ting dengan Anggota TNI Bocor Lagi, Bilqis Tersenyum Bahagia
-
Diduga Tunangan, Ingat Lagi 4 Kriteria Calon Suami Ayu Ting Ting yang Sempat Tuai Perdebatan
-
Pernah Dekat, Pria Ini Ucapkan Selamat atas Pertunangan Ayu Ting Ting dengan Letkol TNI
-
Ditinggal Ayu Ting Ting Lamaran, Ivan Gunawan Dapat Wejangan Sahabat: Ada yang Lebih Baik
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional