Suara.com - Sekretaris Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (22/4/2024). Kedatangan dia untuk mendesak KPK terkait kasus dugaan korupsi Asuransi Bangun Askrida (PT ABA) yang melibatkan para Gubernur dan beberapa artis yang dia adukan pada Maret 2023 lalu.
Menurut Iskandar, selama satu tahun belakangan KPK tidak mengusut aduan yang dibuat. Iskandar juga menyayangkan sikap KPK yang terkesan cuek.
"Pertama, kami sampaikan prihatin dengan model kinerja KPK yang satu tahun tapi proses penyelidikannya, maaf, di bawah rata-rata penyelidikan tingkat Polres sekalipun ini kemampuannya," kata Iskandar Sitorus saat ditemui di gedung KPK.
Iskandar bahkan meminta agar KPK berbenah diri agar bisa dapat stempel lembaga hukum terbaik di Indonesia.
"Mohon maaf, harus mengoreksi diri, tidak menganggap sebagai lembaga yang terbaik lagi karena satu tahun ini tidak ada perkembangan," ujar Iskandar Sitorus.
"Sekali lagi tolong KPK jangan berdalih apapun. Kami datang nggak ada juga respons yang baik," sambungnya.
Sementara, kasus korupsi para gubernur yang dimaksud dapat berkembang menjadi tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kata Iskandar, ada salah satu artis yang menerima aliran dana haram tersebut.
BACA JUGA: Artis P Diduga Lakukan Pencucian Uang: Cirinya Cantik, Muda, Seksi
"Inisialnya P, perempuan, cantik, seksi, berusia muda, melakukan kegiatan endorse di periode 2018-2019 atas satu unit skincare yang megah di wilayah Jakarta Selatan, kurang lebih seputaran Kasablanka," ucap Iskandar.
Iskandar menyebutkan, artis inisial P menerima permintaan endorsement produk kecantikan yang perusahaannya diduga didirikan dengan modal uang hasil korupsi.
"Ini ada perusahaan yang modalnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota tapi kelakuannya bodong. Ini berdampak ke banyak selebriti dan grup band yang terkonsolidasi, baik yang meng-endorse, baik tawaran kegiatan korporasi," kata Iskandar Sitorus menjelaskan.
Sebagai informasi, pengaduan dari IAW terkait kasus dugaan korupsi Asuransi Bangun Askrida (PT ABA) itu yang libatkan para Gubernur, dan atau penarikan uang cash untuk biaya Komisi dari tahun 2018 s/d 2022 setara Rp4,4 triliun dilakukan secara serampangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Sinopsis Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Saat Dendam Lebih Kuat dari Iman
-
Keanu AGL Bongkar Sifat Asli Lula Lahfah: Tulus, Gak Milih-Milih Teman
-
Mischa Chandrawinata Sentil Mantan Arafah Rianti yang Nyesel Kasih Tas Mahal: Bukan Laki-Laki
-
Film Thriller Lawas Terbaik Malam Ini di Trans TV: Ini Alasan Copycat (1995) Wajib Ditonton
-
Spider-Man (2002): Mahakarya Sam Raimi yang Mengubah Wajah Sinema Superhero, Malam Ini di Trans TV
-
Rekayasa Oknum! Ammar Zoni Tuntut Bukti CCTV Rutan, Sebut Jadi Kunci Kebenaran Kasus Narkoba
-
Penjual Sempat Dijejali, Viral Es Kue Jadul Pakai Bahan Spons Berbahaya Ternyata Hoax
-
Denada Disebut Serahkan Bayi yang Dilahirkan saat Usia 10 Hari, Pertemuan di Surabaya 23 Tahun Lalu
-
Kronologi Meninggalnya Lucky Element, Sempat Lemas dan Masuk ICU sebelum Meninggal
-
Ranty Maria dan Rayn Wijaya Resmi Nikah di Bali, Janji Suci Penuh Air Mata Bahagia