Suara.com - Mahfud MD turut menyoroti viralnya kabar KPK yang kesulitan mencari maupun memanggil Kaesang Pangarep untuk diperiksa dan diminta klarifikasi. Sebagai informasi, polemik ini merupakan imbas dari beredarnya kabar Kaesang dan Erina Gudono menikmati fasilitas jet pribadi untuk ke Amerika Serikat pada Agustus 2024.
Perilaku hedon dan flexing yang diduga dilakukan anak dan menantu Presiden Joko Widodo tersebut langsung disorot oleh Mahfud MD. Mahfud setuju bila perilaku tersebut harus diselidiki.
Menurut Guru Besar Hukum Tata Negara itu, kasus atau polemik yang menyeret Kaesang itu tidak bisa dibiarkan, karena bisa-bisa berdampak ke banyak pejabat yang menyalurkan gratifikasi lewat anak dan keluarga.
"Terkait ribut-ribut perilaku hedon dan flexing Kaesang dan Erina adalah betul pernyataan Pak Alex Marwata (KPK) dan pimpinan PuKat UGM bahwa perilaku hedon dan fkexing Kaesang itu harus diselidiki dalam konteks gratifikasi," tulisnya di akun X pribadinya, Jumat (5/9/2024).
"KPK dan Pukat UGM mengatakan, jika kasus spt Kaesang dibiarkan hanya dengan alasan dia bukan pejabat maka nanti bisa banyak pejabat yang menyalurkan gratifikasi lewat anak dan keluarganya," imbuhnya.
Melanjutkan pernyataan tersebut, mantan Menko Polhukam itu mengatakan bahwa pulik juga tidak bisa memaksa KPK untuk memanggil Kaesang Pangarep, lantaran ujung-ujungnya kembali ke itikad baik KPK.
Hanya saja, kalau KPK tidak memanggil Kaesang karena alasan statusnya yang bukan pejabat, maka perlu ada koreksi dalam dua hal.
"Pertama, itu ahistorik. Banyak koruptor yang terlacak setelah anak atau isterinya yang bukan pejabat diperiksa. Contoh: RA, seorang pejabat Eselon III Kemkeu sekarang mendekam di penjara justeru ketahuan korupsi setelah anaknya yang hedon dan flexing ditangkap. Anak RA dengan mobil mewah menganiaya seseorang. KPK melacak kaitan harta dan jabatan ayah si anak: ternyata hasil korupsi. KPK memproses, RA
dipenjarakan.
Kedua, kalau alasan hanya karena bukan pejabat (padahal patut diduga), lalu dianggap tak bisa diproses, maka nanti bisa setiap pejabat meminta pemberi gratifikasi untuk menyerahkan ke anak atau keluarganya. Ini sudah dinyatakan oleh KPK via Alex Marwata dan Pimpinan PuKat UGM."
Sederet netizen lantas ikut mengomentari pernyataan pria yang pernah menjabat sebagai ketua MK dan anggota DPR tersebut.
"Mengingat posisi publik Kaesang sebagai ketua partai dan anggota keluarga dari tokoh politik, transparansi dan akuntabilitas menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan pemerintahan," komentar warganet.
"Jangan-jangan nanti dipanggil cuma disuruh klarifikasi soal ini, bukan buat diperiksa," imbuh netizen yang lain.
Berita Terkait
-
Pukulan Telak Buat Gibran dan Kaesang, Isi Lengkap Pidato Iqbal Ramadhan tentang Sosok Moerdiono dan Penguasa
-
Mahfud MD Dukung KPK Periksa Kaesang Pangarep Kasus Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi
-
Ditanya Soal Jet, Kaesang Melipir dari Wartawan: Naik Mobil Bernopol "Sakti", Ini 5 Fakta Plat Nomor ZZH
-
Kronologi Kaesang Pangarep Hilang sampai Ditemukan: Cengengesan saat Terciduk Wartawan
-
Akhirnya Muncul, Begini Tampang Kaesang Usai Lama Menghilang Gegara Jet Pribadi
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris