Suara.com - Kemunculan nama Verrell Bramasta dalam daftar caleg artis di Pemilu 2024 memunculkan banyak keraguan di kalangan masyarakat. Mereka sangsi Verrell benar-benar punya kemampuan untuk jadi wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat.
Verrell Bramasta pun berusaha membuktikan anggapan itu keliru. Program kampanye Verrell di Dapil Jawa Barat 7 bersama Partai Amanat Nasional (PAN) terbukti jitu. Ia sukses mengumpulkan 94.810 suara dan berhak atas satu kursi di Senayan.
Hanya saja, suara-suara sumbang tetap mengiringi terpilihnya Verrell Bramasta sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029. Masih banyak yang ragu kalau Verrell bisa mewujudkan program kerjanya di area dapil alias tak amanah.
"Namanya artis terjun ke dunia politik aja, sentimennya udah kurang baik. Ditambah lagi, saya anak muda yang terjun ke dunia politik," ujar Verrell Bramasta di kawasan Kemang, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
"Itu sudah otomatis akan dipandang sebelah mata, otomatis akan meragukan kemampuan atau capability saya," lanjut sang pesinetron.
Verrell Bramasta pun mengakui hal itu. Sebagai politisi muda, Verrell membenarkan dirinya masih harus banyak belajar.
"Mungkin memang harus diakui, dari segi pengetahuan dan pengalaman, anak muda akan kalah jauh dengan yang sudah senior," kata Verrell Bramasta.
Verrell Bramasta bahkan blak-blakan mengatakan bahwa dirinya cuma bermodal semangat juang tinggi untuk berkantor di Senayan. "Anak muda ini punya semangat yang masih idealis, semangat yang besar," tutur putra sulung Venna Melinda.
Baca Juga: Tak Ada Harapan dengan Anggota DPR yang Baru, Akbar Faizal: Sarat Politik Dinasti
Namun dengan semangat juang itu, Verrell Bramasta optimis bisa belajar banyak dari senior-seniornya di DPR RI tentang ilmu berpolitik.
"Menurut saya, keraguan itu justru jadi motivasi saya untuk membuktikan. Saya harap, itu jadi modal utama untuk belajar jadi lebih baik sampai 5 tahun ke depan," ucap Verrell Bramasta.
Berita Terkait
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum