Suara.com - Dokter kecantikan Richard Lee ikut menyoroti kasus penjual es teh yang dihina oleh pendakwah Gus Miftah dalam sebuah acara pengajian di Magelang beberapa hari lalu.
Merasa kasihan dengan penjual es teh yang dihina oleh pendiri Pondok Pesantren Ora Aji Yogayakarta itu, Richard Lee berencana memberi beasiswa kepada anak-anaknya.
Rencana tersebut diumumkan Richard Lee dalam sebuah unggahan Instagram, pada Rabu (4/12/2024).
"Ada yang tau info bapak penjual es ini, mohon info @donnyra. Jika diizinkan, saya akan kasih beasiswa untuk anak-anak bapak," tulisnya.
Dalam postingannya, Richard Lee juga mengunggah sebuah foto berisi ilustrasi penjual es teh tersebut. Dari ekspresinya yang digambarkan, sang penjual es tampak sedih.
"Tidak ada pekerjaan halal yang layak digoblok-goblokkan dan ditertawakan," bunyi pesan dalam ilustrasi tersebut.
"Tetap semangat para pejuang nafkah. Karena sesungguhnya Allah bisa meninggikan derajat seseorang dengan cara yang luar biasa dan Allah bisa merendahkan derajat seseorang dengan cara yang luar biasa," bunyi pesan lanjutannya.
Kebaikan Richard Lee itu pun dipuji oleh banyak orang. Ia pun banyak mendapat doa dari warganet.
"MasyaAllah dokter, semoga lancar terus rezekinya dok," doa seorang warganet.
Baca Juga: Datang Langsung ke Rumahnya, Gus Miftah Rangkul Penjual Es Teh Sembari Minta Maaf Usai Mengolok-olok
"Panjang umur orang-orang baik, sehat-sehat selalu bapak penjual es penjuang nafkah," imbuh warganet yang lain.
"Seketika derajat bapak diangkat langsung oleh Allah SWT. MasyaAllah pak," kata warganet yang lainnya.
Pada pengajian tersebut, Gus Miftah kedapatan meghina penjual es teh menggunakan kata "goblok", lalu berkata jika dagangan tidak laku maka itu takdir.
Hinaan yang diakui sebagai candaan belaka itu seketika menuai kecaman dan kritik pedas dari warganet hingga akhirnya Gus Miftah meminta maaf usai ditegur banyak pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan