Suara.com - Salah satu jejak digital Gus Miftah yang viral kembali diantaranya adalah video berceramah soal identitas Pangeran Diponegoro.
Dalam video tersebut, Gus Miftah mengeklaim mengetahui nama asli Pangeran Diponegoro yang tidak tercatat oleh sejarah. Dia mengungkap, sang pahlawan memiliki nama asli Abdul Hamid.
"Saya sampai belajar siapa itu (Pangeran) Diponegoro. (Pangeran) Diponegoro itu nama aslinya siapa, pak? Abdul Hamid," tutur Gus Miftah.
Tidak hanya itu, Miftaim An'am alias Miftah Maulana Habiburrahman mengaku mengetahui detail nama lengkap Pangeran Diponegoro beserta gelar yang diperolehnya.
"Siapa nama komplit namanya? Kiai Haji Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Engalogo Sayyidin Panotogomo Amirul Mukminin Khalifatullah Tanah Jowo Pahlawan Gua Selarong Pangeran Diponegoro," sambung Gus Miftah.
Pada kesempatan itu, suami Ning Astuti tersebut juga menceritakan riwayat pendidikan Pangeran Diponegoro. Dia mengeklaim, sang pahlawan pernah berguru kepada leluhurnya yang bernama Kiai Ageng Muhammad Besari.
"Dia sekolah di mana? Mondok pertama kali di Ponorogo kepada Mbah saya, namanya Muhammad Besari," kata Gus Miftah.
Cuplikan unggahan video Gus Miftah berceramah soal identitas dan riwayat pendidikan Pangeran Diponegoro ini mendulang atensi sebanyak 589 ribu jumlah tayangan.
"Lancar banget ngibulnya," tulis akun Instagram @adiskakmat, dilansir pada Senin (23/12/2024).
Baca Juga: Usman Ali Ngaku Tak Punya HP dan Medsos, Netizen Beri Balasan Menohok
Perihal itu, sejumlah netizen turut memberikan respons dan komentar yang beragam.
"Padahal keluarganya sendiri gak ngakuin," tulis seorang netizen.
"Ini orang ngaku-ngaku keturunan Kiai Muhammad Besari mulu," ucap netizen lain.
"Silakan mas ceramah apa saja, tapi jangan belokan sejarah. Apalagi belokan nasab (silsilah)," ujar netizen yang lainnya.
Untuk informasi tambahan, pihak keluarga Kiai Ageng Muhammad Besari sebelumnya sempat membantah Gus Miftah merupakan keturunan dari kiai asal Ponorogo tersebut.
"Kalau Gus Miftah mengaku keturunan dari Mbah Madarum, itu kok di data kami tidak ada," kata Wirastho, keturunan ke-8 kiai Ageng Muhammad Besari.
Berita Terkait
-
Sempat Parodikan Penjual Es yang Dihina Gus Miftah, Ustaz Maulana Ungkap Pentingnya Berdakwah Lewat Akting
-
Gus Iqdam Diduga Sudah Lama Dikritik Gus Thuba Cucu Ulama Besar, Kini Perkara Gus Miftah
-
Habib Zaidan Yahya Terang-terangan Gunakan Produk Pro Israel, Publik: Jual Beli Agama
-
Kasih Amplop ke Gus Kautsar dan Lewati Gus Miftah, Adab Gus Iqdam Dipuji
-
Usman Ali Ngaku Tak Punya HP dan Medsos, Netizen Beri Balasan Menohok
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda