Suara.com - Pendakwah Husein Ja'far Al Hadar, atau yang akrab disapa Habib Jafar, ikut miris melihat perbedaan hakim dalam memperlakukan koruptor dengan rakyat miskin.
Melalui Instagram Story-nya, Habib Jafar mengunggah ulang video berisi rekaman persidangan Harvey Moeis dengan nenek Asiani. Terlihat jelas perbedaan sikap antar keduanya di dalam ruang sidang.
Harvey Moeis yang merupakan terdakwa kasus korupsi timah dan merugikan negara setara Rp300 triliun, tampak tertawa bahagia kala memeluk istrinya, Sandra Dewi, dan asistennya di dalam ruang sidang.
Para hakim yang melihat interaksi Harvey Moeis dengan sang istri ikut tersenyum di kursi mereka. Tidak hanya mendapat privilege tersebut, ayah dua anak itu juga divonis penjara 6,5 tahun dan denda Rp 1 miliar.
Sementara nenek Asiani yang sempat dituding mencuri 7 batang kayu milik Perhutani harus menghadapi ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Berbeda jauh dengan persidangan Harvey Moeis, nenek asal Situbondo, Jawa Timur, itu memohon-mohon sambil berlutut kepada hakim supaya tidak mendapat hukuman.
Nenek Asiani sampai harus ditenangkan terlebih dulu dan dibantu oleh jaksa supaya mau duduk di kursi terdakwa.
"Yang koruptor tertawa bahagia," bunyi keterangan pada video tersebut yang diunggah akun @purnomopolisibaik pada Kamis (2/1/2025).
Video tersebut menyentuh hati Habib Jafar. Laki-laki yang disebut keturunan Nabi Muhammad SAW itu sampai menyebut nama Tuhan di kolom komentar.
Baca Juga: Winona Baru Buka Hampers Natal dari Habib Jafar: Isinya di Luar Ekspektasi
"Ya Rabb!" tulis Habib Jafar, seolah mengutarakan ketidakadilan antara dua kasus tersebut.
Komentar Habib Jafar pun mendapat berbagai balasan dari warganet.
"Miris hati lihat kayak gini bib, tapi ya gimana lagi faktanya kayak gini," kata seorang warganet.
"Semoga di akhirat kelak akan mendapatkan hukuman yang setimpal ya bib," imbuh warganet lain.
"Bagaimana ini bib, banyak yang sudah berusaha jadi seorang muslim yang baik tapi malah diganjar hukuman yang tidak memanusiakan kita sebagai manusia," ujar warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Sandra Dewi Kenyang Hasil Korupsi Timah, 'Penghargaan' Hakim Eko Aryanto Diungkit
-
Hacker Beraksi, Kejanggalan Identitas Hakim yang Vonis Ringan Harvey Moeis Terkuak
-
Mahfud MD Dibuat Gerah dengan Etika Sandra Dewi di Persidangan Harvey Moeis: Kalau Bergembira...
-
Hakim Tersenyum usai Bacakan Vonis Harvey Moeis, Mahfud MD: Apa-apaan Ini?
-
Sama Seperti Harvey Moeis, Angelina Sondakh Awalnya Juga Jual Kesedihan Saat Bantah Korupsi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas