Suara.com - Dokter Richard Lee akhirnya menyerah. Seolah menyadari banyaknya keraguan publik soal keputusannya menjadi mualaf, sang dokter memutuskan melakukan syahadat ulang.
Momen ini kemudian dibagikan oleh rekannya, Hanny Kristianto. Sempat turut meragukan, Hanny akhirnya menyaksikan langsung momen dokter Richard Lee menjadi mualaf.
"Rabu, 05 Ramadhan 1446 H. Ahlan wa sahlan brother Richard to Islam," tulis Hanny, dilansir oleh Suara.com pada Kamis (6/3/2025).
Hanny Kristianto turut memberikan apresiasi dan dukungan kepada dokter Richard Lee. Cacian hingga fitnah disebut oleh orang dekat dokter Richard Lee.
"Bukti hidayah prerogatif milik Allah bukan manusia," tulis Hanny kembali.
"Meski selama ini sering dicaci maki, difitnah, di zalimi oleh mereka-mereka yang mengaku juga beragama Islam, @dr.richard_lee sudah ikhlas atas semua yang sudah terjadi," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Hanny turut mendoakan agar istri Richard Lee memilih jalan yang sama.
"Kita doakan juga istri tercinta cici @renieffendi24 menerima hidayah dari Allah segera menyusul suami tercinta agar berkumpul abadi di dunia dan akhirat nanti," tulisnya di Instagram.
Keputusan dokter Richard Lee untuk mengucap syahadat ulang ini tentu saja disambut dengan baik. Hanya saja, apakah hal tersebut diperbolehkan?
Ditelusuri oleh Suara.com, Buya Yahya memiliki pandangan mengenai praktik membaca syahadat ulang ini. Menurut Buya Yahya, tidak ada hukum yang mewajibkan mengucap syahadat ulang bagi yang sudah Islam.
"Nggak ada pembahasan mengucapkan kalimat syahadat lagi bagi mereka yang sudah Islam," kata Buya Yahya.
Berbeda halnya dengan mereka yang sebelumnya bukan Muslim.
"Hukum mengucapkan kalimat syahadat adalah wajib, tapi untuk siapa? Itu untuk orang kafir asli dan orang yang murtad," sambungnya kemudian.
Berita Terkait
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
7 Momen Dokter Richard Lee Jadi Mualaf Hingga Salat Jemaah
-
Perjuangan Panjang dr Richard Lee Diterima Keluarga Usai Putuskan Mualaf
-
Richard Lee Bahas Beda Penyogokan dan Pemerasan, Fitri Salhuteru: Sudah Diperas Tetap Disikat
-
Keringanan Bagi yang Belum Kuat, Ini Hukum Anak-Anak Puasa Setengah Hari
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim