Suara.com - Vokalis grup Wali, Faank merasakan kehilangan mendalam usai ibu mertuanya, Hajjah Astuti Waty meninggal dunia pada Sabtu (19/4/2025) dini hari.
Lelaki 45 tahun tersebut lalu mengenang sosok almarhumah Astuti Waty. Menurutnya, ibu mertuanya merupakan sosok penyabar.
Astuti Waty merupakan seorang ustazah, sekaligus Pimpinan Yayasan Miftahul Jannah. Selama hidupnya, almarhumah selalu mengutamakan agama dan berusaha berbuat baik kepada sesama.
Astuti bahkan tak pernah pandang bulu dalam membantu orang lain. Faank bahkan sampai pernah ditegur sang mertua terkait hal ini.
Hal ini disampaikan sang vokalis saat ditemui di rumah duka sang ibu di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (20/4/2025).
"Beliau itu, kalau berbuat baik, marah kalau ada yang larang. Contoh, saya pernah waktu itu (ditegur)," kata Faank kepada wartawan usai pemakaman sang ibu mertua.
Faank lalu bercerita bahwa pada saat itu, ada seseorang yang berulang kali datang kepada Astuti setelah diberi bantuan hingga membuatnya curiga.
"Ada orang yang sering datang, minta bantuan. Minggu ini dia datang, besoknya (datang), setiap tiga hari kemudian, dia datang lagi," tutur Faank.
"Terus saya bilang ke mama, 'ini orang belum tentu benar. Ini orang bisa jadi bohong'," ucapnya menyambung.
Baca Juga: Faank Wali Berteriak Bahagia Anaknya Diterima di Ponpes Habib Umar Bin Hafidz
Mendengar prasangka buruk sang menantu, Astuti Waty langsung memberi teguran. Teguran tersebut seketika membuat Faank terdiam dan bahkan masih terus dia ingat sampai sekarang.
"Satu kata-kata beliau, kata beliau, 'jangan pernah halangin mama untuk berbuat baik. Dia mau bohong, mau apa, urusan dia sama Allah. Yang penting mama terus berbuat baik'," tutur Faank menirukan kalimat ibu mertuanya.
"Itu yang luar biasa. Saya terdiam dengan kata-kata beliau," lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, ibu mertua Faank Wali meninggal dunia tepat setelah menjalani ibadah umrah bersama keluarga besar Wali.
Astuti Waty menjadi kloter pertama yang pulang ke Jakarta menggunakan pesawat bisnis. Sementara para anggota Wali berangkat di kloter ketiga.
Tak lama setelah tiba di Jakarta, Astuti Waty langsung berpulang ke pangkuan Allah SWT.
Adapun ini merupakan pertama kalinya Hajjah Astuti Waty pergi beribadah umrah bersama keluarga besar Wali dengan rombongan sebesar 45 orang.
Perjalanan ibadah umrah bersama keluarga ini sudah lama diidamkan almarhumah sejak dia membangun travel umrah Primas Tour and Travel.
Kini, jenazah Astuti Waty sudah dimakamkan di area yayasan miliknya, Yayasan Miftahul Jannah di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (20/4/2025) usai waktu Zuhur.
Berita Terkait
-
Kronologi Ibu Mertua Faank Wali Meninggal Dunia Usai Umrah, Sempat Dioperasi Karena Batu Ginjal
-
Faank Wali Tak Kuasa Menahan Air Mata di Pemakaman Ibu Mertua
-
Istri Faank Wali Sudah Berfirasat Sang Ibu Akan Meninggal Dunia Usai Umrah
-
Ibu Mertua Meninggal Usai Ibadah Umrah, Faank Wali Bicara Tentang Kepergian yang Indah
-
Momen Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka MertuaFaankWali
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor
-
Tak Hanya Genjot Bisnis, Emiten LINK Perkuat Strategi ESG
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan