Suara.com - Lama tak tampil di film horor, aktris senior Nirina Zubir akhirnya kembali menguji nyali lewat film terbaru berjudul Panggilan dari Kubur.
Film ini merupakan kolaborasi rumah produksi Dunia Mencekam Studios dan Maxima Pictures, serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo.
Nirina Zubir mengungkap tantangan besar yang dihadapinya dalam memerankan tokoh Alya. Dia mengaku harus menggali perasaan terdalam untuk menyentuh sisi emosional karakternya.
"Saya harus menggali rasa duka dan trauma yang dalam, lalu membawanya ke situasi supernatural. Berat sekali karena ini bukan cuma horor fisik, tapi juga horor emosional sebagai seorang ibu," kata Nirina Zubir dalam konferensi pers film Panggilan dari Kubur di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Aktris 45 tahun tersebut merasa film ini menjadi kesempatan langka untuk keluar dari zona nyaman.
Menurut Nirina, seorang aktor seharusnya tidak dibatasi genre tertentu dan justru harus berani menerima peran-peran yang belum pernah dijajal sebelumnya.
"Sebagai pemeran karakter, kami justru menanti tantangan baru. Berilah kami karakter yang belum pernah kami mainkan. Kami enggak pernah mengotak-kotakkan genre," kata Nirina.
"Kenapa Nirina ambil film ini? Karena memang sudah lama enggak main horor. Tapi Nirina itu memang milih, bukan sekadar asal ambil," ucapnya menyambung.
Yang membuat Panggilan dari Kubur terasa istimewa bagi Nirina Zubir adalah kedekatan ceritanya dengan realita. Dia menilai bahwa horor yang paling menakutkan justru yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Kitab Sijjin & Illiyyin, Film Horor Terbaru Produksi Rapi Films Sudah Beredar: Lokal dan Membumi
"Ini horor klasik yang justru lebih menakutkan karena dekat dengan kenyataan. Sebagai orangtua, sebagai anak, ketika horor itu terasa nyata kayak, 'Ih, tapi itu kan beneran kejadian', itu tuh lebih seram," ungkapnya.
Dalam Panggilan dari Kubur, Nirina Zubir memerankan Alya, seorang ibu yang mengalami duka mendalam setelah putrinya, Yasmin (Firzanah Alya), meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan saat mereka berlibur ke rumah sang ibu, Bu Dewi (Muthia Datau), di sebuah desa terpencil.
Karena situasi darurat, jenazah Yasmin terpaksa dikuburkan di halaman belakang rumah. Namun saat Alya kembali ke Jakarta, dia mulai mendapat teror, yakni suara-suara misterius yang diyakini berasal dari sang anak.
Saat kembali ke desa untuk mencari jawaban, Alya dibuat syok saat menemukan makam Yasmin telah kosong. Teror pun memuncak saat Yasmin bangkit dalam wujud menyeramkan akibat kutukan kuno.
Konon, siapa pun yang dikuburkan di tanah desa itu akan hidup kembali dalam bentuk yang tak wajar.
Film ini akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025 dan diharapkan mampu menghadirkan ketegangan baru yang berbeda dari film horor mainstream lainnya.
Berita Terkait
-
Saranjana: Kota Ghaib, Horor dengan Budaya Kalimantan yang Ambisius Namun Terganjal CGI Kasar?
-
Dosa Masa Lalu yang Tak Pernah Mati: Ulasan Mendalam Film Lastri Arwah Kembang Desa
-
Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU