Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menuai sorotan tajam setelah pernyataannya mengenai kritik publik terhadap lembaga legislatif viral di media sosial.
Sahroni menyebut desakan masyarakat untuk membubarkan DPR sebagai bentuk pemikiran keliru dan bahkan melabelinya sebagai "mental orang tolol."
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia," ujar Sahroni dalam sebuah wawancara, yang videonya kini viral.
Pernyataan tersebut langsung menjadi viral dan memancing reaksi keras dari publik yang menilai Sahroni arogan serta merendahkan rakyat.
Menurut Sahroni, wacana pembubaran DPR hanya akan menimbulkan masalah baru karena fungsi legislasi, pengawasan, dan representasi rakyat tidak dapat berjalan tanpa lembaga itu.
"Apakah dengan bubarkan DPR emang bisa meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini? Belum tentu," ucapnya.
Meski begitu, Sahroni mengatakan dirinya tidak menolak kritik dan siap menerima berbagai masukan, termasuk hinaan, selama tidak berlebihan dan tidak berujung pada seruan pembubaran DPR.
"Kita boleh dikritik, mau bilang apapun enggak apa-apa, mampus enggak apa apa. Tapi ingat bahwa kita selaku wakil rakyat juga punya kerja kerja, juga punya empati," imbuhnya.
Dia menegaskan kritik yang disampaikan masyarakat sebaiknya bertujuan untuk perbaikan, bukan sekadar mencaci maki atau meruntuhkan lembaga negara.
Baca Juga: Donny Alamsyah Sindir Anggota DPR Joget di Sidang MPR: Harus Punya Adab, Banyak Rakyat Susah!
"Tapi ada cara tata kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi oleh kita. Kita memang belum tentu benar," ujarnya.
"Belum tentu hebat, enggak. Tapi minimal kita mewakili kerja-kerja masyarakat," tutur Sahroni.
Pernyataan itu justru memantik gelombang komentar pedas dari warganet yang merasa dilecehkan.
Sejumlah warganet di platform X hingga Instagram menuding Sahroni tidak memahami bahwa DPR dipilih, digaji, dan diberhentikan oleh rakyat.
"Loh, jadi anggota DPR dan pejabat itu memang harus dan wajib mau dicaci maki. Kalau tidak mau dicaci maki, dihina, bahkan diludahi, ya kerjalah yang benar," tulis seorang warganet.
Komentar lain menyebut bahwa rakyat memiliki posisi lebih tinggi daripada pejabat karena uang pajaklah yang menjadi sumber gaji anggota DPR.
"Dipilih oleh rakyat, digaji oleh rakyat, ya berhentikan juga bisa oleh rakyat. Kita bos mereka, jangan takut. Minimal hentikan gaji mereka, atau ya sudah, jangan bayar pajak," tulis akun lainnya.
Ada pula warganet yang menyoroti kebijakan DPR yang dianggap menyengsarakan rakyat, seperti kenaikan pajak dan kebijakan serba dipajaki yang tidak berpihak pada masyarakat kecil.
"Rakyat baru mencaci maki saja sudah tidak terima, padahal kalian itu zalim meresahkan rakyat sejadi-jadinya. Di mana empati wakil rakyat? Sama sekali tidak mewakili maunya rakyat," sindir seorang warganet.
Kemarahan publik semakin memuncak karena menurut mereka, Sahroni justru melabeli rakyat dengan kata kasar padahal rakyatlah yang menggaji anggota DPR.
"Yang dia bilang 'mental tolol' itu justru orang-orang yang menggaji mereka. Sedangkan yang mereka sebut 'kerja dan empati' hanyalah omong kosong. Mereka duduk di DPR untuk memperkaya diri, bukan untuk menyuarakan aspirasi rakyat," tulis komentar keras lainnya.
Tak sedikit pula yang melibatkan sentimen agama dalam kritik mereka terhadap DPR.
Mereka menyebut bahwa tindakan pejabat yang merugikan rakyat akan mendapatkan balasan dari Tuhan.
Reaksi warganet ini terus bergulir dan memperlihatkan betapa dalamnya ketidakpuasan publik terhadap DPR RI.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Donny Alamsyah Sindir Anggota DPR Joget di Sidang MPR: Harus Punya Adab, Banyak Rakyat Susah!
-
Hitung Mundur Aksi 25 Agustus: 'Bubarkan DPR' Jadi Gerakan atau Cuma Hoax?
-
Blunder Lagi, Nafa Urbach Maklumi Rakyat yang Tak Percaya Lagi Anggota DPR: Wajar Siih...
-
Tunjangan Dikuliti, Ahmad Sahroni Beri Pernyataan 'Nyelekit' Bela Anggota DPR
-
Rekam Jejak Deddy Sitorus, Anggota DPR dari PDIP yang Ogah Dibandingkan dengan "Rakyat Jelata"
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DMS+ Rayakan Ulang Tahun Lewat "Ruang Tamu", Siap Luncurkan Film Hingga Konten Horor di TikTok
-
Deretan Film Horor yang Akan Diparodikan di Scary Movie 6, Ada Nominasi Oscar
-
Puasa Belum Genap Seminggu, King Nassar Sudah Siapkan THR hingga Baju Lebaran
-
Lagi Asyik Jalan-Jalan di Grand Indonesia, Lisa BLACKPINK Nyaris 'Nyusruk'
-
Sempat Berniat Laporkan Mawa ke Komnas Anak, Insanul Fahmi Kini Diizinkan Temui Buah Hati
-
Siap-siap! Variety Show Legendaris The Traitors Bakal Hadir di Indonesia
-
Viral Guru Bule Nangis Lihat 4 Bocah SD Salat di Ruangannya: Ada Simfoni yang Indah
-
Jaga Citra Polisi, Kasus Kematian Kurt Cobain Tak Akan Dibuka Lagi
-
Sinopsis Getih Ireng, Baru Menyusul Puncaki Daftar Terpopuler Netflix Hari Ini
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Phantom Lawyer, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara yang Bisa Melihat Hantu