"Saya tidak ingin melupakan Affan Kurniawan. Saya tidak ingin melupakan orang-orang yang meninggal. Kami ingin AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI, EMPATI, dan REFORMASI, sesederhana itu," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Andovi menyebut bahwa aksi rakyat cuma akumulasi dari kekecewaan panjang terhadap pemerintah.
"Dengar, tidak ada momen spesifik. Ini adalah puncak dari segalanya. Puncak dari kebijakan yang buruk, kurangnya empati, tidak ada empati dari orang-orang yang membuat pernyataan, komunikasi yang buruk dari pemerintah, efisiensi untuk rakyat bawah sementara para petinggi masih bepergian ke luar negeri dengan anggaran berapapun," ungkapnya.
Ia menyebut bahwa kemarahan publik memang semakin besar setelah tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, namun akar masalahnya sudah lama menumpuk.
"Ya, kematian Affan Kurniawan ketika dia dilindas oleh rantis memang memicu api, tetapi api itu bukanlah sesuatu yang muncul seketika. Itu adalah sesuatu yang telah terbangun dari waktu ke waktu," kata Andovi.
Sebagai penutup, ia kembali menegaskan tiga tuntutan rakyat yang menjadi inti aksi ini.
"Dan jika Anda ingin menyaring aksi ini, tuntutan ini dalam tiga kata: TRANSPARANSI, REFORMASI, dan demi Tuhan, sedikit EMPATI," pungkas Andovi.
Berita Terkait
-
Dasco: Kamis Besok, DPR Akan Bahas 17+8 Tuntutan Rakyat
-
17+8 Tuntutan Rakyat: Antara Harapan dan Realita yang Berliku
-
Oki Rengga Titip Pesan 17+8 ke Prabowo Lewat Zarry Hendrik, Malah Kena Skakmat
-
17+8 Tuntutan Rakyat: Aspirasi Reformasi dan Transparansi untuk Negeri
-
Brave Pink dan Hero Green: Warna Perlawanan dan Simbol Tuntutan Rakyat 17+8
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi