- Dana publik disalahgunakan jika aparat represif untuk melindungi pejabat.
- Gaji wakil rakyat dan aparat negara berasal dari pajak rakyat.
- Karena itu, mereka seharusnya membela, mendengarkan, dan melindungi rakyat.
Suara.com - Omara Esteghlal melontarkan sindiran keras soal dugaan penyalahgunaan dana publik lewat pemungutan pajak.
Hal itu disampaikan lewat unggahan Instagram pribadinya pada Rabu, 3 September 2025.
Bagi Omara, tindakan represif aparat ke rakyat dalam melindungi kritik terhadap pejabat jadi salah satu acuan.
"Maka jika wakil rakyat mendahului kenikmatan pribadi, dan institusi aparat melindungi pejabat dan menyerang rakyat; 'by nature' itu bisa kita anggap penyalahgunaan dana yang kita beri," tulisnya.
Menurut Omara, kondisi itu tidak bisa dilepaskan dari dugaan praktik korupsi di internal pejabat maupun aparat.
"Itu adalah perbuatan yang korup," ujarnya.
Omara turut menyinggung fakta bahwa gaji pejabat dan aparat sepenuhnya berasal dari pajak rakyat.
"Jika wakil rakyat digaji oleh duit kita (melalui pajak), maka seharusnya mereka mewakili kita," tulisnya.
Omara juga menegaskan bahwa hal serupa berlaku untuk aparat negara dari satuan mana pun.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Sering Ditawari Jabatan, Salah Satunya Calon Wakil Gubernur
"Jika aparat digaji oleh duit kita, maka sejatinya mereka melindungi kita, dan melindungi negara kita," lanjutnya.
Lewat sebuah pernyataan tegas, Omara menekankan posisi rakyat sebagai penyumbang pajak untuk negara di atas segalanya.
"WAKIL RAKYAT DAN INSTITUSI APARAT HARUS MEMBELA, MENDENGARKAN, MENGIKUTI, DAN MELINDUNGI RAKYAT," tandasnya.
Berita Terkait
-
Omara Esteghlal Bandingkan Pajak Indonesia dengan Negara Maju, Singgung Kualitas Fasilitas Publik
-
Omara Esteghlal Ungkap Keresahan Bayar Pajak: Apa Untungnya Bagi Rakyat?
-
Susi Pudjiastusi Heran DPR Baru Usul Turunkan PPN, Netizen Celetuk: Sibuk Marathon Sidney Bu
-
Salsa Erwina Setuju Sri Mulyani Tak Naikkan Pajak, Ingatkan Soal BPJS
-
Misbhakun DPR Tetap Minta Rakyat Bayar Pajak: Kan Banyak yang Digaji Pakai Uang Itu
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan