- Marshel Widianto dituduh sebagai buzzer bayaran karena unggahan damai.
- Istrinya membantah keras tuduhan dan menyebutnya sebagai fitnah keji.
- Faktanya, Marshel turun ke lokasi demo sebagai tim medis.
Suara.com - Komika Marshel Widianto terseret dalam pusaran kontroversi panas di media sosial.
Unggahannya yang menyuarakan pesan damai di tengah maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia justru berbuah tudingan serius. Ia disebut sebagai buzzer yang dibayar untuk meredam gejolak massa.
Isu ini semakin liar ketika sebuah narasi di dunia maya mengaitkan konten perdamaian Marshel dengan bayaran fantastis senilai Rp 150 juta.
Akibatnya, komika tersebut dihujani tuduhan telah menerima uang untuk memanipulasi opini publik.
Marshel punlangsung menghapus konten yang mengajak pendemo berdamai dengan petugas polisi. Dia mengubah dengan tulisan permintaan maaf kepada warganet.
Tak terima suaminya menjadi sasaran fitnah, sang istri, Yansen Indiani atau Cesen, memutuskan untuk pasang badan dan memberikan klarifikasi tegas.
Merasa suaminya memilih untuk tidak banyak bicara, Cesen mengambil inisiatif untuk meluruskan tudingan tersebut melalui platform Threads.
Ia dengan keras membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada Marshel.
"Biarin saya, suami saya nggak berani speak up, biar saya yang speak up," tulis Cesen memulai pembelaannya.
Baca Juga: Chat Penawaran Buzzer Pemerintah Rp150 Juta ke Jerome Polin Dicurigai Fiktif
"Saya menentang keras suami saya ikut campur politik kok. Semua uang suami saya, saya pegang, saya tahu pemasukannya dari mana," tegasnya, menyoroti perannya dalam mengelola keuangan keluarga sebagai bukti.
Fakta di Balik Seruan Damai: Marshel Ternyata Terjun Sebagai Tim Medis
Puncak dari pembelaan Cesen adalah pengungkapan sebuah fakta yang mengejutkan dan sama sekali berbeda dari narasi yang beredar.
Ia menyatakan bahwa Marshel tidak hanya bersuara dari media sosial, tetapi juga turun langsung ke lokasi demonstrasi, bukan sebagai orator bayaran, melainkan sebagai bagian dari tim medis untuk membantu para korban.
"Kemarin dia hanya update perdamaian agar demo berjalan dengan sebagaimana mestinya, dia memikirkan agar tidak ada korban jiwa lagi. bahkan suami saya turun demo sebagai team medis, kalian tahu nggak? Jahat banget semuanya jahat!!!!," tulis Cesen dengan nada emosional.
Lebih lanjut, ia membeberkan kronologi yang memicu tudingan tersebut. Menurutnya, fitnah ini bermula setelah unggahan damai Marshel, yang kemudian diikuti oleh unggahan seorang influencer lain yang membahas isu buzzer berbayar Rp 150 juta.
Berita Terkait
-
Chat Penawaran Buzzer Pemerintah Rp150 Juta ke Jerome Polin Dicurigai Fiktif
-
4 Hari Lalu Jerome Polin Spill Buzzer Pemerintah Bakal Bergerak, Marissya Icha Kini Puji Prabowo
-
Narasi Buzzer & 150 Juta, Ferry Irwandi: Cuekin Aja!
-
Influencer Ditawari Bungkam Rakyat: Jeri dan Jerome Polin Tolak Jadi Corong Kekuasaan!
-
Rachel Vennya hingga Awkarin Minta Maaf Salah Pilih Presiden, Netizen Cium Kejanggalan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan