- Polisi pastikan warung Epy Kusnandar bukan dipalak preman
- Preman yang datang ke warung Epy Kusnandar kesal karena makanan yang dipesan tak ada
- Epy Kusnandar dan istri belum membuat laporan ke polisi
Suara.com - Pihak kepolisian memberikan penjelasan terkait dugaan pemalakan di warung makan milik aktor Epy Kusnandar.
Peristiwa yang terjadi di warung kawasan Haji Samali, Pancoran, Jakarta Selatan itu dipastikan bukan merupakan aksi pungutan liar atau pemalakan.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan bahwa insiden tersebut murni dipicu oleh percekcokan akibat kesalahpahaman.
"Kondisinya gini, itu warung, malam hari udah mau tutup. Nah, yang minta makan itu, dari hasil penyelidikan anggota, itu tukang parkir yang biasa nongkrong di situ. Jadi mau tutup, barang ini habis, habis itu dia nggak terima lah. Akhirnya dengan nada tinggi lah mereka, begitu, terjadi lah percekcokan mulut. Itu aja sebetulnya," jelasnya, Senin, 20 Oktober 2025.
Mansur mengonfirmasi bahwa pelaku yang mendatangi warung tersebut berjumlah dua orang.
Keduanya merupakan juru parkir yang memang sudah sering berada di sekitar lokasi warung makan tersebut.
Berdasarkan informasi yang didapat polisi, kedua juru parkir tersebut diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol saat kejadian.
"Iya, biasa di sana. Saat itu informasinya, kata warung sebelahnya, setengah teler," kata Mansur.
Hingga saat ini, pihak Epy Kusnandar maupun istrinya, Karina Ranau, belum membuat laporan polisi secara resmi.
Baca Juga: 5 Fakta Warung Epy Kusnandar Dipalak Preman, Aksi Terekam CCTV hingga Polisi Turun Tangan
"Sekarang belum, tapi kami arahkan lah. Kalau memang ada hal-hal yang dirugikan, yang perlu ditindaklanjutin, saya arahkan buat LP," jelas Mansur.
Meski demikian, aparat kepolisian telah proaktif dengan mendatangi dan melakukan pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).
Berita Terkait
-
Epy Kusnandar Meninggal Dibilang 'Mampus Mati', Karina Ranau Resmi Lapor Polisi
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Karina Ranau Ngamuk Dibilang Lebay Lebaran di Makam Epy Kusnandar, Tantang Hater Ketemu
-
Momen Istri Epy Kusnandar Sahur di Makam Tuai Pro Kontra, Apa Hukumnya?
-
2 Bulan Ditinggal Epy Kusnandar, Warung Jukut Miliknya Tetap Ramai dan Raup Omzet Besar Tiap Hari
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Samsung Hadirkan Game Changer lewat Galaxy Z Fold8, Ini Harga dan Spesifikasinya
-
Skema Ponzi Berbaju Syariah? Bongkar Modus Penipuan yang Mengelabui Investor Muslim
-
BGN Sapu Bersih Dapur MBG Bermasalah, 833 Ditutup dan Ratusan Pegawai Dipecat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Jangan Asal Congkel, Ini 6 Cara Membersihkan Bunga Es di Freezer Secara Efektif
-
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ada Indikasi Perundungan
-
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
-
Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut
-
Red Bull Power Race Hadir di Indonesia, 24 Atlet Berebut Tiket ke Bangkok
-
Misteri Sutrimo Tewas di Depan Klinik, Polisi Minta Keluarga Lapor Jika Ada Kejanggalan