- Sal Priadi menyuarakan keresahan mengenai etika pencantuman nama penampil dalam acara melalui Instagram Story pribadinya.
- Penyanyi asal Malang tersebut menekankan bahwa konfirmasi resmi dan proses booking wajib selesai sebelum nama artis ditampilkan untuk promosi.
- Sal Priadi memperingatkan bahwa promosi awal dengan tautan tiket berpotensi menyesatkan publik.
Suara.com - Musisi kenamaan Tanah Air, Salmantyo Ashrizky Priadi, mengungkapkan keresahannya melalui media sosial.
Sosok yang akrab disapa Sal Priadi ini menyinggung etika dalam menampilkan nama jajaran penampil sebuah acara.
Melalui sebuah unggahan di Instagram Story miliknya, pelantun "Amin Paling Serius" itu memberikan peringatan keras kepada para penyelenggara acara, agar tidak sembarangan menggunakan nama artis untuk kepentingan promosi.
Menurut penyanyi asal Malang tersebut, pencantuman nama seorang penampil dalam daftar acara hanya boleh dilakukan setelah seluruh prosedur resmi terselesaikan.
"Mencantumkan nama seorang talent sebagai bagian dari line-up hanya dapat dilakukan setelah seluruh proses booking dan konfirmasi resmi selesai," tulis Sal Priadi baru-baru ini.
Lelaki berusia 33 tahun itu memahami jika ada promotor yang ingin mengumumkan daftar penampil lebih awal untuk strategi promosi.
Namun, ia menegaskan bahwa izin dari pihak talenta yang bersangkutan adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar.
"Jika dalam proses promosi penyelenggara perlu mengumumkan line-up lebih awal, izin dari pihak talent tetap wajib diperoleh terlebih dahulu," lanjutnya.
Musisi yang juga seorang aktor ini menyoroti adanya praktik promosi yang bersifat survei minat penonton.
Baca Juga: Cahaya Dukungan Palestina Menyala di Konser Maher Zain Jakarta
Menurutnya, hal semacam ini sangat riskan dan berpotensi menimbulkan miskonsepsi di tengah masyarakat, terutama jika sudah disertai dengan tautan penjualan tiket.
"Sangat dapat dipahami bila ada bentuk content yang sifatnya survei minat audiens. Namun cara komunikasinya, terutama melalui caption dan tautan, harus dijaga agar tidak menimbulkan miskonsepsi, terlebih jika sudah disertai tautan pembelian tiket," jelasnya.
Sal Priadi dengan tegas menyatakan bahwa tindakan promosi semacam itu dapat menyesatkan publik.
Tidak hanya itu, praktik ini juga sangat merugikan banyak pihak, mulai dari penonton yang mungkin terkecoh hingga nama baik artis yang dicatut.
"Hal seperti ini berpotensi menyesatkan publik dan merugikan banyak pihak," tegasnya.
Pada penutup unggahannya, Sal Priadi memberikan sebuah pesan penutup yang tajam.
Ia menganggap tindakan promotor yang tidak bertanggung jawab ini sebagai sesuatu yang berbahaya dan mengajak semua pihak untuk lebih waspada dan saling menjaga.
"Berbahaya kali itu kawan. Kita saling jaga," pungkasnya.
Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Sal Priadi, apakah konteks masalah yang ia bahas menyangkut dirinya sendiri atau sekedar pengingat karena pernah terjadi pada musisi lain.
Berita Terkait
-
Addie MS Rayakan 30 Tahun Twilite Chorus dengan 'Wall of Sound' Menggugah
-
Viral! Rose BLACKPINK Santap Nasi Goreng dan Sate, Bikin Blink Makin Gemas
-
Boyband TREASURE Siap Gelar Konser 2 Hari di Jakarta Tahun Depan, Ini Detailnya
-
Ayu Ting Ting Berbagi Cerita Perdana Hujan-hujanan Demi Blackpink
-
Cahaya Dukungan Palestina Menyala di Konser Maher Zain Jakarta
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV