- Malam 3 Yasinan adalah debut Wulan Guritno sebagai produser film horor, dan ia juga turut berakting bersama putrinya, Shaloom Razade.
- Wulan Guritno menggunakan formula 'slow burn' yang terinspirasi oleh Alfred Hitchcock, berfokus pada pembangunan narasi, dialog, dan intrik, bukan hanya jumpscare.
- Film ini bertujuan agar ketakutan penonton muncul dari kompleksitas cerita dan rahasia, bukan hanya dari penampakan hantu semata.
Suara.com - Wulan Guritno untuk pertama kali memproduseri film dengan genre horor. Di film berjudul Malam 3 Yasinan ini, ia juga ikut bermain dan beradu akting dengan putrinya, Shaloom Razade.
Genre horor, memang dianggap memiliki ceruk pasar yang kuat di Tanah Air. Apakah ini juga yang mendasari Wulan Guritno tertarik menggarap film bergenre tersebut?
Pertanyaannya, apa yang mendorong artis berusia 40-an ini terjun memproduseri film yang identik dengan ketegangan dan kengerian?
Tapi ternyata jawabannya tidak. Wulan Guritno menerangkan, sebelum menghadirkan genre horor, ia bersama teman-teman lain di Alkimia Production memiliki opsi lain.
Namun karena pengembangan ide dan terlibatnya Yannie Sukarya, sutradara muda yang gemar dengan hal-hal berbau horor, maka jadi lah film Malam 3 Yasinan.
"Jalannya lebih ke arah ini (genre). Jadi, it's not about the genre tapi memang jalannya lebih terbuka untuk film ini," kata Wulan Guritno ditemui di Panglima Polim, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Desember 2025.
Wulan Guritno juga turut menyumbang ide dalam penggarapan film Malam 3 Yasinan, berdiskusi dengan Yannie Sukarya sang sutradara.
"Yannie nanya ke kita, 'Kak, kalau begini bagus enggak ya? Ending-nya gini enggak deh, Yan, kayaknya begini kalau gitu kayak terlalu kok ketebak atau apa gitu?' Kayak gitu-gitu lah gitu," paparnya.
Wulan Guritno berpandangan, jika menghadirkan horor yang monoton, genre ini bisa saja membuat penonton bosan.
Baca Juga: Tepis Isu Nepotisme, Wulan Guritno Beberkan Proses Casting Shaloom Razade
"Kalau dibuatnya horor yang begitu-begitu aja, ya akan mati. Horor yang begitu-begitu aja," ucapnya.
"Jadi we have to find dari sudut pandang lain, dari kemasan yang lain, berbeda," imbuhnya yang kemudian membeberkan ide.
Wulan Guritno lantas menyisipkan horor klasik, menawarkan ketegangan berlapis, bukan sekadar kejutan sesaat.
"Si klasik horor ini, bukan kemasan baru juga, tapi memang sudah lama nggak dibuat," kata Wulan Guritno.
Sutradara Sir Alfred Joseph Hitchcock, menginspirasi Wulan Guritno membuat cerita dengan sub genre slow burn.
Slow burn akan mengedepankan cerita dan perlahan membangun emosi. Pelan, hingga masuk ke puncak cerita, penonton akan disuguhkan dengan kengerian.
Berita Terkait
-
Sentil Biaya Makan hingga Mabok, Wulan Guritno Tegur Shalom Razade Usai Kunjungan ke NTT
-
Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus
-
4 Rekomendasi Serum Finally Found You untuk Kulit Glowing, Nomor 1 Andalan Wulan Guritno
-
5 Artis Merenungi Kembali Keputusan Nikah Muda, Terbaru Jule
-
Malam 3 Yasinan: Horor Psikologis yang Menggali Luka dan Rahasia Keluarga
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV