- Wulan Guritno menyoroti kondisi fasilitas sanitasi buruk di Manggarai, NTT, menyebabkan siswi absen saat menstruasi.
- Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Voluntrip bersama Plan Indonesia, ZAP Clinic, dan Lee Management pada Februari 2026.
- Aktor lain seperti Joe Taslim mengungkap sulitnya akses air bersih, di mana siswa harus berjalan jauh untuk mendapatkannya.
Suara.com - Wulan Guritno mengungkap kondisi memprihatinkan yang dia temui saat mengunjungi sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi fasilitas pendidikan yang jauh dari layak, terutama terkait sanitasi, membuat banyak siswi terpaksa tidak masuk sekolah saat menstruasi.
Sebagai informasi, Wulan Guritno baru saja kembali dari kegiatan Voluntrip yang diselenggarakan bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), ZAP Clinic, dan Lee Management pada 3-4 Februari 2026.
Menurut Wulan, perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan pengalaman yang membuka matanya terhadap ketimpangan fasilitas dasar yang masih dialami anak-anak di Indonesia Timur, khususnya terkait akses sanitasi yang layak bagi perempuan.
Sebagai seorang ibu, aktris 44 tahun ini menaruh perhatian besar pada akses sanitasi bagi siswi.
Dia menemukan fakta bahwa banyak anak perempuan di pelosok Manggarai terpaksa bolos sekolah hanya karena tidak ada toilet yang memadai saat mereka sedang menstruasi.
"Kondisinya memang benar-benar miris, jauh dari kata layak. Ini lebih dari tidak layak lagi," ujar Wulan dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 6 Maret 2026.
Wulan Guritno menekankan bahwa keberadaan air bersih bukan hanya soal kebutuhan fisik, melainkan ruang aman bagi martabat perempuan.
"Anak perempuan kan ada yang namanya datang bulan. Kita tahu saat datang bulan itu bagaimana keadaannya. Harus ada fasilitas yang aman dan private untuk mereka merasa nyaman. Kalau tidak, jatuhnya ke masa depan anak ini. Mereka jadi tidak percaya diri dan malu untuk datang ke sekolah," katanya.
Baca Juga: LBH Makassar: Dugaan Penembakan Polisi yang Tewaskan Remaja di Makassar Bukan Insiden Biasa
Wulan sempat berdialog langsung dengan beberapa siswi di sana. Jawaban yang dia terima cukup memprihatinkan.
"Ada anak yang aku tanya, kalau lagi datang bulan ya mereka tidak sekolah karena malu. Bayangkan berapa banyak hari sekolah yang terpotong hanya karena fasilitas sanitasi tidak ada," imbuhnya.
Pernyataan Wulan Guritno sejalan dengan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mencatat NTT sebagai provinsi dengan persentase sekolah rusak tertinggi di Indonesia, mencapai 29,93 persen.
Bangunan sekolah dengan dinding kayu seadanya, atap bocor, hingga lantai tanah masih menjadi pemandangan umum di sejumlah wilayah.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa akses terhadap pendidikan yang aman dan sanitasi layak bukan sekadar aspirasi, melainkan hak dasar bagi setiap anak.
"Di wilayah terpencil, tantangan akses air bersih dan sanitasi aman masih besar. Anak-anak, terutama perempuan, menghadapi risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan dan ketidaksetaraan pendidikan," ucap Dini.
Berita Terkait
-
LBH Makassar: Dugaan Penembakan Polisi yang Tewaskan Remaja di Makassar Bukan Insiden Biasa
-
Warga Jakarta dengan Luas Rumah di Bawah 70 Meter Bisa Dapat Toren Gratis dari PAM JAYA
-
Viral Sekolah Rusak Parah di NTT, Siswa Tetap Masuk Meski Tanpa Meja Kursi
-
Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah
-
DPR Kecam Keras Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Itu Praktik Pembungkaman
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
KTP hinngga Gaji Rp2,5 Juta Ditahan Erin Taulany, eks ART Siap Lapor Polisi
-
Sering Dihina 'Tolol', Mantan ART Erin Taulany Alami Gangguan Jiwa hingga Nekat Kabur dari Rumah
-
Great White: Tejebak di Samudra Bersama Hiu Putih Mematikan, Malam Ini di Trans TV
-
The Lost City of Z: Kisah Nyata Hilangnya Penjelajah di Hutan Amazon, Malam Ini di Trans TV
-
Sabrina: Saat Boneka Cantik Menjadi Wadah Iblis yang Haus Darah, Malam Ini di ANTV
-
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Dokter Tirta Pilih Rayakan dengan Lari 18 Km
-
Sarwendah Minta Maaf Buntut Ucapan Kasar, Publik Soroti Nama Ruben Onsu yang Tidak Disebut
-
Olla Ramlan Lempar Pertanyaan Soal Nikah ke Tristan Molina, Jawabannya Bikin Salfok
-
Eks ART Bantah Pakai Rok Anak Erin Taulany: Kemarin Katanya Baju, Besok-Besok Dalaman Sekalian
-
Gitaris dan Vokalis Dibawa-bawa di Kasus Pungli Imigrasi, Sederet Musisi Beri Komentar Kocak