Entertainment / Music
Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:00 WIB
Fiersa Besari saat manggung di Big Bang Festival, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 2 Januari 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Fiersa Besari kembali naik panggung di Big Bang Festival 2025 setelah vakum selama satu tahun.
  • Ia merilis lagu baru berjudul Tulang Punggung serta sempat melontarkan sindiran halus mengenai kondisi negara saat ini di atas panggung.
  • Penampilan emosional tersebut ditutup dengan kolaborasi lintas genre bersama band emo, For Revenge, membawakan lagu Ada Selamanya.

2. Senggol pemerintah

Masih soal cerita di lagu dan candaan romantis di panggung. Fiersa Besari menggabungkan suasana hujan dengan perasaan galau penonton

"Hujannya disengaja biar kalau kalian ini menangis mendengarkan lagu Fiersa Besari, enggak ada yang tahu," ujar musisi berdarah Sunda ini.

Di momen ini, Fiersa Besari sedikit menyisipkan kritik pemerintah. Menyamakan perasaan galau penonton dan kondisi negara yang dianggap tak menentu.

"Ini negara juga enggak tahu mau ke mana. Enggak... bagus kok, negara yang bagus," kata Fiersa Besari.

"Maksud saya, sudah banyak kekacauan sehari-hari yang kita lihat. Ada baiknya kalau kita kurangi kekacauan yang ada di hati kita ya," imbuhnya seakan memberikan klarifikasi.

3. Perdana Membawakan Lagu Baru ‘Tulang Punggung’

Momen istimewa lainnya adalah saat Fiersa Besari membawakan lagu baru, 'Tulang Punggung'.

Lagu ini, menurut Fiersa Besari, sedikit berbeda dari karya-karya bertema patah hati yang biasa ia bawakan. Karena kali ini ia mengangkat tema realita hidup.

Baca Juga: Big Bang Festival Bakal Jadi Panggung Pertama Fiersa Besari Usai Hiatus

"Jadi mungkin tidak seperti biasanya, lagu kali ini yang saya ciptakan adalah keluh kesah kita-kita, orang-orang yang selama ini menjadi tulang punggung, yang disuruh tetap semangat, terus, ya gitulah ya, tahu ya," tutur sang musisi.

4. Kolaborasi dengan For Revenge

Fiersa Besari memberikan kejutan lain dengan memanggil band emo ternama, For Revenge. Kolaborasi ini disebutnya sebagai momen lintas genre.

"For Revenge ini adalah band yang saya sudah apa ya, sejalannya dulu kita nge-band bareng ya? Iya. Tahun 2008 lah," kenangnya.

Fiersa Besari menyoroti genre musik For Revenge yang dapat bertahan. Ia pun kagum karena para personelnya tetap konsisten.

"Kalau konsisten, meskipun aliran kamu emo, tetap bisa diterima masyarakat. Itu sebuah anomali ya, sebuah band emo diterima di tahun 2025, 2026, itu aneh banget ya kan?"

Load More