- Film Malaysia "Papa Zola: The Movie" akan tayang di Indonesia pada 23 Januari 2026, didistribusikan oleh MD Pictures.
- Film ini menampilkan premis penyelamatan putri yang diculik ke dunia game, didukung visual ambisius dengan peningkatan kualitas animasi signifikan.
- Kekuatan utama film terletak pada eksplorasi emosi personal perjuangan ayah, dipadukan dengan humor khas Papa Zola yang tepat sasaran.
Suara.com - Film animasi asal Malaysia, Papa Zola: The Movie atau Papa Zola: Game On, siap menyapa penonton Indonesia mulai 23 Januari 2026.
Setelah mencetak pencapaian box office di negara asalnya dan bersaing dengan film-film Hollywood, produksi Monsta Studios ini resmi didistribusikan di Tanah Air oleh MD Pictures.
Kehadiran film ini sempat memunculkan pertanyaan, mampukah Papa Zola, karakter pendukung yang identik dengan kelucuan dalam semesta BoBoiBoy, berdiri sebagai tokoh utama sebuah film layar lebar?
Lewat cerita yang lebih personal, visual ambisius, dan muatan emosi yang kuat, film ini memberi jawaban yang cukup meyakinkan.
Premis Sederhana dengan Eksekusi Solid
Dari sisi cerita, Papa Zola: The Movie mengusung premis yang relatif sederhana namun dieksekusi dengan rapi. Papa Zola, yang selama ini dikenal sebagai guru "Kebenaran" yang konyol dalam semesta BoBoiBoy, ditampilkan dari sisi yang lebih personal.
Dia adalah seorang ayah biasa yang berjuang demi keluarganya.
Masalah muncul ketika putri semata wayangnya, Pipi Zola, diculik alien bernama Kachax dan terperangkap di dalam dunia game simulasi.
Bersama sang istri, Mama Zila, yang juga memiliki latar belakang sebagai mantan agen rahasia, Papa Zola harus masuk ke dunia digital tersebut demi menyelamatkan anaknya.
Baca Juga: Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
Monsta Studios cukup cerdas memadukan formula petualangan penyelamatan dengan elemen khas video game.
Penonton diajak melintasi berbagai "level" permainan, lengkap dengan rintangan platformer hingga pertarungan bos yang intens, tanpa terasa repetitif.
Visual Ambisius yang Terbayar
Salah satu kekuatan terbesar film ini terletak pada kualitas visualnya. Anggaran produksi yang disebut mencapai Rp85 miliar (sekitar 5 juta dolar AS) terasa nyata di layar.
Dibandingkan versi serial televisinya, peningkatan kualitas animasi terlihat signifikan.
Dunia game yang ditampilkan terasa hidup dan penuh detail. Tekstur karakter lebih halus, pencahayaan digarap matang, dan efek partikel saat adegan aksi tampil mulus.
Bagi penonton anak-anak, visual yang cerah dan dinamis ini jelas memanjakan mata. Sementara bagi penonton dewasa, pencapaian teknis ini menjadi bukti bahwa animasi Asia Tenggara sudah berada di level yang kompetitif secara global.
Emosi Ayah dan Anak yang Mengena
Di balik kemasan petualangan dan komedi, kekuatan utama Papa Zola: The Movie justru terletak pada lapisan emosinya. Film ini berhasil menjembatani dua segmen penonton yakni anak-anak dan orang tua, khususnya para ayah.
Tanpa perlu dialog bertele-tele, film ini menyoroti pengorbanan seorang ayah yang rela mengorbankan seluruh hidupnya demi anaknya.
Beberapa adegan ketika Papa Zola harus menahan rasa sakit, mengalah, atau tampak rapuh disajikan dengan sederhana, namun terasa jujur dan dekat dengan realitas.
Musik turut memainkan peran penting. Lagu dari Batas Senja yang digunakan dalam salah satu momen krusial menjadi penguat emosi.
Perpaduan visual perjuangan Papa Zola dengan lirik yang reflektif tentang perjalanan hidup menciptakan momen sinematik yang berpotensi mengaduk perasaan penonton dewasa.
Humor Bapak-Bapak yang Tepat Sasaran
Meski menyentuh, Papa Zola tetap setia pada identitas komedinya. Humor khas Papa Zola, yang sarat dengan dad jokes dan kepercayaan diri berlebih, disebar dengan ritme yang pas.
Lelucon hadir sebagai jeda alami di tengah ketegangan, tanpa merusak emosi yang sedang dibangun.
Celetukan andalan "Kebenaran!" masih menjadi senjata ampuh untuk memancing tawa, terutama ketika satu bioskop menertawakan kekonyolan yang terasa akrab dan membumi.
Secara keseluruhan, Papa Zola: The Movie tampil sebagai tontonan keluarga yang solid di awal 2026. Keputusan MD Pictures membawa film ini ke Indonesia terbilang tepat.
Di balik animasi penuh warna dan komedi ringan, film ini menyimpan pesan universal tentang peran, pengorbanan, dan kasih sayang orang tua.
Film ini layak ditonton bersama keluarga. Anak-anak akan menikmati aksinya, sementara orang tua, terutama para ayah, mungkin pulang dengan perasaan hangat dan refleksi sederhana tentang arti hadir bagi anak.
Pastikan tetap duduk hingga akhir, karena adegan tambahan di credit scene memberi petunjuk penting menuju kelanjutan semesta BoBoiBoy.
Berita Terkait
-
Sinopsis Crime 101, Chris Hemsworth Jadi Pencuri Ulung Paling Diburu Polisi
-
Kilas Balik 10 Karya Ikonik Wim Wenders, Sang Presiden Juri Berlinale 2026
-
Segera Tayang di Indonesia, Papa Zola The Movie Angkat Peran Ayah dalam Film Animasi Keluarga
-
Fakta Film Bidadari Surga: File Sempat Hilang hingga Dinda Hauw Syuting dalam Kondisi Baby Blues
-
5 Aktris yang Paling Diunggulkan untuk Peran Mother Gothel di Live-Action Tangled
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pamer Naik MRT, Widi Mulia Sindir Gubernur Kaltim Soal Mobil Dinas Rp8,5 M
-
Akui Dongkol, Dewi Perssik Tolak Inara Rusli Jadi Bintang Tamu Pagi-Pagi Ambyar
-
Deretan Plot Twist Jelang Ending Drakor No Tail To Tell
-
Virgoun dan Lindi Fitriyana Pacaran Setahun Sebelum Menikah Hari Ini
-
Jangankan Diundang, Inara Rusli Bahkan Tak Tahu Virgoun Menikah dengan Lindi Fitriyana
-
Widy Vierratale Punya Gaun Noni Belanda Kayak Istri Gubernur Kaltim, Bongkar Belinya di Mana
-
Ketahuan? Netizen Curiga Inara Rusli Pakai Akun Palsu untuk Balas Komentar Nyinyir
-
Olla Ramlan Go International Lewat Serial Walid Season 2, Perankan Anak Kiai yang Manipulatif
-
Belum Move On dari The Art of Sarah? Ini 7 Serial Barat Penuh Tipu Daya yang Wajib Ditonton!
-
Detik-Detik Mahasiswi Dibacok Pakai Kapak di Kampus UIN Suska Riau, Pelaku Diduga Terobsesi