- Film Spider-Man (2002) karya Sam Raimi menjadi tonggak genre pahlawan super modern sebelum era MCU.
- Kisah berfokus pada Peter Parker yang mendapat kekuatan setelah digigit laba-laba dan belajar tanggung jawab besar.
- Kesuksesan film ini, termasuk konflik dengan Green Goblin, membuka era kejayaan film komik dunia.
Suara.com - Sebelum Marvel Cinematic Universe (MCU) mendominasi box office global, ada satu film yang menjadi tonggak sejarah bagi genre pahlawan super modern: Spider-Man karya Sam Raimi yang dirilis pada tahun 2002.
Menampilkan Tobey Maguire sebagai sang manusia laba-laba, film ini bukan sekadar adaptasi komik, melainkan sebuah fenomena budaya yang mendefinisikan ulang bagaimana cerita pahlawan super seharusnya diceritakan di layar lebar.
Spider-Man kembali akan ditayangkan Trans TV pada Senin (26/1/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV.
Sebelum Anda menyaksikan filmnya, berikut kami sajikan sinopsisnya.
Film ini mengikuti kisah Peter Parker (Tobey Maguire), seorang siswa SMA jenius namun kikuk yang tinggal bersama Paman Ben (Cliff Robertson) dan Bibi May di Queens (Rosemary Harris).
Hidupnya berubah drastis setelah digigit oleh laba-laba yang dimodifikasi secara genetik saat kunjungan sekolah.
Peter tiba-tiba memiliki kekuatan luar biasa, indra tajam, kemampuan memanjat dinding, dan kekuatan fisik yang masif.
Namun, inti dari film ini bukanlah kekuatannya, melainkan tragedi yang menyertainya.
Setelah kematian tragis Paman Ben akibat kelalaiannya sendiri, Peter mempelajari pelajaran hidup yang paling ikonik: "With great power comes great responsibility" (Dengan kekuatan besar datang tanggung jawab yang besar).
Baca Juga: Sinopsis Setan Alas! Pemenang Best Film JAFF 2023, Akhirnya Tayang di Bioskop
Ia pun mulai membasmi kejahatan di New York, sembari mencoba memenangkan hati Mary Jane Watson (Kirsten Dunst) dan menjaga persahabatannya dengan Harry Osborn (James Franco).
Konflik memuncak ketika ayah Harry, Norman Osborn (Willem Dafoe), berubah menjadi Green Goblin setelah eksperimen kimia yang gagal.
Dafoe memberikan performa yang menghantui sebagai villain dengan kepribadian ganda, menciptakan ancaman personal yang menguji batas moralitas Peter Parker.
Spider-Man (2002) dipuji karena keberhasilannya menyeimbangkan efek visual yang ambisius dengan kedalaman emosional.
Film ini berhasil karena penonton benar-benar peduli pada Peter sebagai manusia, bukan hanya sebagai sosok di balik topeng.
Pemilihan para aktor juga mendapat pujian. Tobey Maguire dianggap mampu memancarkan kerentanan yang membuat penonton merasa terhubung.
Tag
Berita Terkait
-
Sinopsis Setan Alas! Pemenang Best Film JAFF 2023, Akhirnya Tayang di Bioskop
-
Siap-Siap! 6 Film MGM Pictures Paling Dinanti Tahun 2026
-
Run Hide Fight: Gadis SMA Lawan Penembak Sekolah, Malam Ini di Trans TV
-
Review Film The 355: Aksi Glamor Para Mata-Mata Dunia, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Senin Harga Naik, Film Keluarga yang Tayang Lebaran 2026
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi
-
Usulan Pindah Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Banjir Kritik: Nyawa Laki-Laki Lebih Murah?
-
Viral Lewat Lagu Die on This Hill, Sienna Spiro Gebrak Panggung The Icon Indonesia Malam Ini
-
Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid
-
Ada Sisi Humanis Hantu Tanpa Kepala di Film The Bell Panggilan untuk Mati
-
Sinopsis Film Verity, Kolaborasi Panas Anne Hathaway dan Dakota Johnson
-
Sinopsis The Generals: Film Politik Korea Bakal Tayang di Netflix, Dibintangi Ji Chang Wook