Suara.com - Dokter Tirta menjadi sorotan publik setelah secara terbuka menyikat habis Mohan Hazian, meski berada dalam lingkaran pertemanan industri yang sama.
Sikap keras tersebut memicu pertanyaan banyak pihak yang heran mengapa dr Tirta memilih berdiri di garis depan mengkritik temannya sendiri tanpa kompromi.
Menurut dr Tirta, tindakannya bukan dilandasi kebencian pribadi, melainkan prinsip profesional dan tanggung jawab moral menjaga ekosistem brand lokal tetap sehat.
Kehebohan ini bermula dari dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian, pendiri brand streetwear Thanksinsomnia, pada awal Februari 2026.
Dugaan tersebut mencuat setelah akun X @aarummanis membagikan utas panjang mengenai pengalaman traumatis saat menjadi model pemotretan brand tersebut pada Mei 2025.
Utas itu viral dan memicu diskusi luas, hingga akhirnya publik menunggu klarifikasi resmi dari pihak Mohan terkait tuduhan yang beredar.
Pada fase awal, Mohan sempat membantah melalui Instagram Story dan menyebut tudingan tersebut tidak berdasar serta mengklaim dirinya bukan sosok yang dimaksud.
Namun sikap itu berubah drastis ketika pada 11 Februari 2026 Mohan merilis surat terbuka berisi pengakuan kesalahan dan permintaan maaf kepada korban.
Dia juga menyatakan mundur sepenuhnya dari jabatan serta peran profesional di Thanksinsomnia sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.
Baca Juga: Polisi Bersikap atas Kasus Dugaan Pelecehaan Mohan Hazian
Di tengah proses itu, dr Tirta mengungkap bahwa dirinya sudah berulang kali menghubungi Mohan untuk meminta kejujuran sejak awal kasus mencuat.
"Aku sudah sempat menekan berkali-kali via telepon ke Mohan untuk segera berbicara jujur dan mengakui tanggung jawab," tulis dr Tirta melalui akun X miliknya pada Kamis, 12 Februari 2026.
Namun di saat bersamaan, dia menyebut ada teman-teman lain yang justru membujuk Mohan agar menyangkal tuduhan tersebut lewat video bantahan.
Perbedaan pandangan yang ekstrem antara dr Tirta dan circle lain membuat Mohan memilih mengikuti saran untuk merilis video klarifikasi pertama.
Melihat video bantahan itu, dr Tirta mengaku langsung menelepon dan menegur keras karena menilai tindakan tersebut sudah masuk kategori pelecehan profesional.
"Kronologinya terlalu kuat, stop denial," ucapnya, sebagai dorongan agar Mohan berhenti menyangkal dan segera bertanggung jawab penuh.
Kekecewaan dr Tirta semakin besar ketika melihat sebagian penggemar menyerang korban dan lingkaran pertemanan Mohan bersikap netral abu-abu.
Menurutnya, sikap netral dalam situasi seperti ini sama saja dengan membiarkan budaya salah terus hidup dan dianggap wajar.
Melalui siaran langsung Instagram, dr Tirta memberikan tekanan terbuka kepada circle Mohan Hazian agar tidak lagi melindungi tindakan yang keliru.
Tekanan tersebut membuat satu per satu brand ambassador dan rekan profesional mengambil jarak demi menjaga integritas masing-masing.
Dr Tirta juga menekankan bahwa runtuhnya reputasi Thanksinsomnia bukan disebabkan korban bersuara, melainkan akibat sikap dan keputusan Mohan sendiri.
"Thanksom runtuh bukan karena kita atau korban speak up, tapi karena attitude Mohan sendiri," imbuhnya.
Dia turut mengingatkan publik agar tidak menormalisasi candaan cabul di tongkrongan karena kebiasaan itu bisa membentuk pola pikir keliru.
Menurut dr Tirta, lingkungan yang mewajarkan perilaku tidak pantas dapat membuat seseorang merasa tindakannya bukan pelanggaran serius.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Polisi Bersikap atas Kasus Dugaan Pelecehaan Mohan Hazian
-
Usai Akui Pelecehan, Mohan Hazian Hapus Semua Postingan dan Akun IG Sang Istri Mendadak Hilang
-
Usai Viral, Mohan Hazian Akhirnya Menghubungi dan Minta Maaf ke Korban Pelecehan
-
Mohan Hazian Akui Lakukan Pelecehan Seksual, Terima Konsekuensi dan Siap Bertanggung Jawab
-
Nyaris jadi Korban Mohan Hazian, Cewek Ini Diajak Pemotretan Berduaan
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Anak Bakar Ibu Kandung Karena Tak Diberi Rp39 Juta buat Bayar Utang
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Review Film Jangan Seperti Bapak: Drama Keluarga Berbalut Laga yang Sarat Pesan, Meski Ada Catatan
-
L.A Confidential: Skandal Korup di Balik Gemerlap Hollywood 1950-an, Malam Ini di Trans TV
-
In Time: Waktu adalah Uang Jadi Kenyataan Paling Mematikan, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Spider-Noir, Nicolas Cage Perankan Ben Reilly
-
Review Film Whistle, Teror Kematian Ala Final Destination yang Kurang Greget
-
Ameera Khan Eks Jefri Nichol Blak-blakan Rasanya Pacari Pria Indonesia
-
Polisi Bersikap atas Kasus Dugaan Pelecehaan Mohan Hazian
-
Jelang Ramadan, Terry Putri Harus Pisah Ranjang dengan Suami