Rencana akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) oleh Netflix memicu reaksi keras dari sutradara legendaris, James Cameron.
Sutradara di balik kesuksesan Avatar dan Titanic ini secara terang-terangan menentang kesepakatan bernilai 83 miliar dolar AS tersebut.
Cameron bahkan telah melayangkan surat terbuka kepada Senat Amerika Serikat untuk menjegal langkah merger ini.
Tak main-main, Cameron juga menyebut akuisisi tersebut akan menjadi bencana bagi ekosistem sinema global.
Lalu apa alasan James Cameron sampai menolak keras akuisisi tersebut?
Suara.com - Berikut ulasan lengkapnya yang sudah dirangkum.
1. Film adalah Seni Bukan Sekadar Konten
Cameron merasa khawatir jika Warner Bros. jatuh ke tangan raksasa streaming, esensi film akan terdegradasi menjadi sekadar "konten" pengisi algoritma.
Cameron menegaskan bahwa seluruh hidupnya didedikasikan untuk mengembangkan teknologi sinematik seperti 3D dan high frame rate yang dirancang khusus untuk pengalaman layar raksasa.
Baginya, visi artistik seorang pembuat film akan hilang jika sebuah karya sejak awal diproduksi hanya untuk ditonton di gawai atau laptop.
Baca Juga: Deal Prabowo-Trump! RI Tak Bisa Pajaki Google, Netflix Hingga Meta
2. Ancaman Terhadap Ekosistem dan Pekerja Bioskop
Cameron memprediksi adanya efek domino negatif jika merger ini terjadi.
Ia memperingatkan bahwa model bisnis Netflix berpotensi mematikan distribusi film tradisional secara sistemik.
Dampaknya tidak hanya terasa pada penonton, tetapi juga pada ribuan pekerja di sektor teknis, distribusi, hingga jaringan bioskop yang terancam kehilangan mata pencaharian.
Ia menuding agresivitas Netflix dalam menguasai distribusi digital dan perpustakaan film legendaris sebagai langkah yang berbahaya bagi persaingan industri.
3. Skeptis Terhadap Janji Penayangan di Bioskop
Meskipun CEO Netflix, Ted Sarandos, telah menjanjikan jendela tayang bioskop selama 45 hari sebelum masuk ke platform digital, Cameron tetap tidak bergeming.
Ia menganggap janji tersebut hanyalah pemanis di atas kertas.
Berita Terkait
-
Sinopsis Husbands in Action: Misi Penyelamatan Mantan Istri yang Penuh Kekacauan
-
Bob Marley: One Love, Sebuah Getaran Jiwa yang Menembus Layar Lebar, Segera Pergi dari Netflix
-
Rekomendasi Film Komedi Netflix, Aksi Kocak Kevin Hart di The Man from Toronto
-
Sukses Besar, Emily in Paris Resmi Berakhir di Season 6
-
Tayang Juni 2026, Netflix Akhirnya Akuisisi Film In the Hand of Dante
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Sinopsis Husbands in Action: Misi Penyelamatan Mantan Istri yang Penuh Kekacauan
-
Slank Jadi Kejutan Besar di Java Jazz Festival 2026, Tampil Lagi Setelah 17 Tahun
-
Pocong Jadi-jadian yang Resahkan Warga di Kediri Diamankan Polisi, Singgung Soal Konten
-
Calvin Dores Alami Serangan Jantung, Sang Ibu Ungkap Kondisi Anaknya
-
Aksi Pria Nigeria Mengaku Nabi Coba Belah Laut Berujung Tersapu Ombak Bikin Ngakak
-
10 Minutes Gone: Misi Bruce Willis dan Michael Chiklis yang Berakhir Berdarah, Malam Ini di Trans TV
-
The Ice Road: Liam Neeson Pertaruhkan Nyawa di Atas Es, Malam Ini di Trans TV
-
Rekomendasi Film Komedi Netflix, Aksi Kocak Kevin Hart di The Man from Toronto
-
Yasinta Moiwen Protes Tak Tahu Masuk Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Angkat Bicara
-
Baru Terungkap! Dilan Janiyar Curhat Didukunin Asisten Pribadi Lewat Ritual Kelapa Hijau