- Film horor-komedi terbaru Joko Anwar, *Ghost in the Cell*, menampilkan Abimana dan Aming berlatar penjara mencekam.
- Ide film ini muncul sejak 2018, bertujuan memotret dinamika masyarakat menggunakan penjara sebagai miniatur kehidupan sosial.
- Produksi melibatkan pembangunan set penjara detail dari nol dan melibatkan lebih dari seratus pemeran untuk realisme.
Suara.com - Sutradara kawakan Joko Anwar, kembali mencuri perhatian publik melalui proyek teranyarnya, Ghost in the Cell.
Film Ghost in the Cell mengusung perpaduan genre horor dan komedi. Mengambil latar tempat ekstrem di dalam sel tahanan yang penuh misteri mencekam.
Sederet nama besar hadir seperti Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Aming, hingga Lukman Sardi.
Secara garis besar, Ghost in the Cell mengisahkan teror mahluk gaib di penjara yang memaksa dua geng narapidana bermusuhan untuk bekerja sama demi bertahan hidup dari ancaman nyawa.
Joko Anwar kemudian bercerita awal mula pembuatan film Ghost in the Cell. Di mana ide tersebut muncul beberapa tahun lalu.
"Ghost in the Cell itu dimulai dari tahun 2018," kata Joko Anwar ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan pada Selasa, 23 Februari 2026.
Melalui latar belakang jeruji besi, Joko Anwar ingin memotret dinamika masyarakat.
"Dan aku merasa bahwa penjara itu adalah miniatur dari society," jelas peraih Piala Citra ini.
Unsur komedi juga sengaja disisipkan. Karena ia menilai beban hidup masyarakat Indonesia akan terasa sangat menyesakkan jika film tersebut hanya disuguhi dengan drama yang terlalu kelam dan penuh penderitaan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Drama Keluarga, Film Titip Bunda di Surga-Mu Ajarkan Arti 'Pulang' Sesungguhnya
"Karena masalahnya kalau nggak pakai komedi, kayak berat banget gitu-gitu hidup kita. Jadi kayak menertawakan masalah," tutur Joko Anwar.
Selain konsep cerita yang kuat dan filosofis, terdapat lima fakta unik serta mencengangkan di balik proses produksi film Ghost in the Cell.
1. Referensi penjara dan pembangunan Set dari Nol
Joko Anwar menjadikan Lapas Sukamiskin sebagai referensi sel. Namun tim produksi memutuskan tidak menggunakan bangunan asli.
Melainkan membangun set penjara sendiri yang sangat kokoh agar proses syuting bisa berjalan dengan lebih leluasa.
"Tiga Minggu kita bangun seluruhnya," kata Joko Anwar.
2. Detail Fasilitas Blok yang Lengkap
Set tersebut dibuat menyerupai miniatur penjara sungguhan dengan pembagian blok A sampai K, termasuk adanya fasilitas umum seperti area musala, tempat mandi, hingga ruang seni.
"Jadi betul-betul kita bentuk dari nol tapi memang fungsional sebagai penjara," ucap sineas 50 tahun ini.
3. Kehadiran Karakter Perempuan
Walaupun fokus utama cerita berada di penjara laki-laki, terdapat sosok aktris berbakat Marissa Anita.
Namun memang, sosoknya tidak ditampilkan dalam trailer.
4. Melibatkan Ratusan Pemain
Skala produksi film ini tergolong sangat besar karena melibatkan seratusan orang lebih di lokasi syuting.
Tujuannya, untuk menciptakan atmosfer lapas yang terasa sangat padat dan juga nyata.
"Cast-nya 110 dengan ekstras semua," kata Joko Anwar.
5. Alasan Menghindari Slot Lebaran
Meski memiliki peluang besar meraup jutaan penonton saat momen Idul Fitri, Joko Anwar lebih memilih tanggal 16 April 2026 sebagai waktu penayangan perdana di seluruh bioskop.
"Kalau Lebaran kan ramai banget ya. Terus kalian lihat tadi kan trailer-nya, cocok nggak Lebaran? Takut kualat," tuturnya.
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Korea Omniscient Reader: The Prophecy, Penggemar Ahn Hyo Seop dan Lee Min Ho Merapat!
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kemang, Warga Tak Ada yang Sadar
-
Sutradara Terduga Pelaku Pelecehan Berkedok Casting Film Buka Suara
-
Ramadan Super Sibuk, Oki Rengga Kerja Nyaris 24 Jam Demi Film dan Program Sahur
-
Viral Dugaan Kasus Pelecehan dengan Modus Casting Film, Korban di Bawah Umur
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Profil Lindi Fitriyana Calon Istri Virgoun, Ternyata Pemain Sinetron!
-
Syuting Film Terbaru Joko Anwar di Penjara, Tora Sudiro: Karena Gue Berpengalaman?
-
Jejak Spiritual Sinead OConnor: Tukang Protes Gereja hingga Masuk Islam
-
Puasa Sendirian di Tengah Badai Perceraian, Insanul Fahmi Tak Mau Menyerah Rujuk dari Mawa
-
Nia Ramadhani Mendadak Harus Operasi, Sakit Apa?
-
Komentari Kasus LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Ingatkan Bahaya Pamer di Medsos
-
Berat Badan Naik Drastis, Tina Toon Sempat Tak Percaya Diri Sampai Pilih Rahasiakan Kehamilan
-
Buntut Pernyataan Kontroversial, Tyas Alumni LPDP Diceramahi Anggota DPR
-
Habib Ja'far dan Coki Pardede Akhirnya Reuni, Kasus Onad jadi Titik Balik
-
Undangan Bocor, Virgoun Dikabarkan Menikah dengan Lindi Kamis Pekan Ini