Entertainment / Film
Rabu, 25 Februari 2026 | 18:45 WIB
Venom yang dibintangi Tom Hardy dan dirilis tahun 2018 akan tayang malam ini di Trans TV. [YouTube]
Baca 10 detik
  • Film Venom (2018) sukses besar di box office meskipun awalnya diragukan tanpa Spider-Man.
  • Eddie Brock bersimbiosis dengan alien Venom setelah membongkar eksperimen ilegal Life Foundation di San Francisco.
  • Interaksi Eddie dan Venom menjadi daya tarik utama, ditambah teaser Cletus Kasady di adegan akhir.

Suara.com - Ketika Sony Pictures mengumumkan proyek standalone untuk Venom, banyak pihak yang meragukan apakah karakter ini bisa berdiri tegak tanpa kehadiran Spider-Man.

Namun, saat dirilis pada Oktober 2018, film yang disutradarai oleh Ruben Fleischer ini tidak hanya membungkam keraguan box office, tetapi juga melahirkan dinamika baru dalam genre film pahlawan super.

Venom akan kembali tayang pada Rabu (25/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Berikut review-nya.

Venom berfokus pada kehidupan Eddie Brock (Tom Hardy), seorang jurnalis investigasi yang ambisius namun ceroboh di San Francisco.

Hidupnya hancur setelah ia mencoba membongkar skandal eksperimen ilegal yang dilakukan oleh Life Foundation, sebuah perusahaan bio-rekayasa milik miliarder visioner namun sosiopat, Carlton Drake (Riz Ahmed).

Salah satu adegan fiilm Venom yang dibintangi Tom Hardy dan dirilis 2018 yang akan tayang Rabu (25/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]

Dalam upaya terakhirnya untuk mencari kebenaran, Eddie menyusup ke laboratorium Drake dan secara tidak sengaja bersimbiosis dengan organisme alien yang dikenal sebagai "Symbiote".

Makhluk ini, yang menyebut dirinya Venom, memberikan Eddie kekuatan super yang mengerikan, nafsu makan yang tak terkendali, dan suara kasar di dalam kepalanya yang terus-menerus menuntut kekerasan.

Hubungan Eddie dengan mantan tunangannya, Anne Weying (Michelle Williams), menjadi jangkar emosional di tengah kekacauan ini.

Sementara itu, ancaman semakin nyata ketika Drake berhasil bersatu dengan symbiote lain yang jauh lebih kuat bernama Riot, memaksa Eddie dan Venom untuk bekerja sama demi menyelamatkan Bumi dari invasi alien.

Baca Juga: Sinopsis Film Korea Omniscient Reader: The Prophecy, Penggemar Ahn Hyo Seop dan Lee Min Ho Merapat!

Kekuatan utama film ini terletak pada performa fisik Tom Hardy.

Salah satu adegan fiilm Venom yang dibintangi Tom Hardy dan dirilis 2018 yang akan tayang Rabu (25/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]

Hardy tidak hanya memerankan Eddie Brock; ia memberikan nyawa pada perdebatan internal antara manusia dan alien.

Dinamika antara Eddie dan Venom sering kali berubah menjadi komedi situasi yang gelap, di mana keduanya saling menghina namun saling membutuhkan.

Meskipun Michelle Williams memberikan performa yang solid sebagai Anne, ruang geraknya terasa terbatas oleh naskah yang sangat berfokus pada transformasi Eddie.

Namun, kejutan terbesar yang menjadi bahan pembicaraan hangat adalah kemunculan Woody Harrelson di adegan mid-credit.

Mengenakan wig merah yang mencolok sebagai Cletus Kasady, Harrelson memberikan janji akan "pertumpahan darah" (carnage), sebuah teaser yang sangat efektif untuk sekuelnya.

Menariknya, Venom (2018) menjadi contoh klasik dari perbedaan selera antara kritikus film dan penonton umum.

Sementara para kritikus menganggap alurnya berantakan, penonton justru jatuh cinta pada kegilaan film ini.

Film ini berhasil meraup lebih dari US$850 juta secara global, membuktikan bahwa pesona anti-hero yang brutal tetap memiliki pasar yang masif.

Venom mungkin bukan film pahlawan super yang "rapi" seperti standar MCU, tetapi ia memiliki jiwa yang unik.

Ia adalah film tentang monster yang menemukan sisi kemanusiaannya melalui seorang jurnalis yang gagal.

Load More