- Video viral menunjukkan sekelompok anak SD menirukan isu politik dan me-roasting Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 5 Maret 2026.
- Aksi anak-anak tersebut menyertakan ungkapan politik populer seperti "Sorry ye" dan tuduhan "antek-antek asing" serta menyinggung program MBG.
- Video diunggah akun @kabar mahasiswa.id memicu reaksi warganet yang terhibur sekaligus mempertanyakan pengaruh politik pada generasi muda.
Suara.com - Media sosial dihebohkan sebuah video anak SD me-roasting Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Mengenakan seragam merah putih, anak-anak yang kini disebut sebagai Gen Alpha tersebut tampak sangat bersemangat di depan kamera.
Mereka melontarkan kalimat-kalimat yang menirukan isu politik yang tengah ramai diperbincangkan publik belakangan ini.
Seorang anak membuka aksi tersebut dengan ucapan kriteria laki-laki idaman.
"Aku suka laki-laki yang cita-citanya jadi presiden," ucap sang anak dengan nada sangat percaya diri di postingan @kabar mahasiswa.id pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kalimat tersebut langsung disambut sorakan riuh teman-temannya yang berada di belakang.
Mereka menyahut dengan ungkapan populer yang kerap dikaitkan dengan gaya bicara khas Prabowo Subianto.
"Sorry ye.." seru anak-anak lain secara serempak sambil tertawa terbahak-bahak ke arah kamera.
Tak berhenti di situ, serangan kata-kata terus berlanjut dengan membawa istilah-istilah politik yang cukup sensitif.
Seorang anak laki-laki bahkan melontarkan tuduhan yang sering muncul di media sosial terkait tokoh tersebut.
"Hey, antek-antek asing," teriak bocah lainnya yang tampil nyentrik dengan mengenakan kacamata hitam.
Aksi tersebut juga menyinggung program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sering dipromosikan oleh pihak Prabowo.
Mereka tampak sangat fasih mengucapkan singkatan-singkatan yang sebenarnya merupakan ranah kebijakan pemerintah.
"MBG," celetuk salah satu anak yang langsung memicu tawa riuh dari rekan-rekannya yang lain di ruangan itu.
Hadir pula ketika salah satu anak meneriakkan nama Jokowi. Hal ini menunjukkan betapa informasi politik saat ini sudah merambah hingga ke kalangan anak-anak.