Entertainment / Gosip
Rabu, 18 Maret 2026 | 10:53 WIB
Baim Wong ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa, 17 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Aktor Baim Wong mengalami kesulitan finansial parah sekitar 2018-2020 setelah keluar dari Sinemart.
  • Ia menanggung kerugian besar dari kegagalan bisnis restoran yang dialami selama kurang lebih 13 tahun.
  • Titik balik ekonomi terjadi saat ia memanfaatkan kanal YouTube secara iseng, kini ia mulai merambah sutradara film.

Suara.com - Siapa yang tidak kenal dengan Baim Wong saat ini? Aktor yang sukses dengan YouTube dan kini menjadi sutradara film. 

Namun, di balik kesuksesannya kini, aktor bernama asli Muhammad Ibrahim tersebut pernah merasakan pahitnya hidup. 

Baim Wong secara blak-blakan bercerita soal masa sulit di sisi ekonomi. Kondisi  tersebut dirasakan pada 2018 silam.

"2018 antara 2019 sampai 2020, tapi bulannya saya ingat, Februari," kata Baim Wong ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa, 17 Maret 2026.

Masalah bermula ketika Baim Wong keluar dari Sinemart, rumah produksi yang membesarkan namanya. Ia ingin mencoba peruntungan dengan berjuang sendiri tanpa ikatan kontrak tetap.

Baim Wong ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa, 17 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

Namun, keputusan itu justru menjadi awal malapetaka bagi Baim Wong. Tanpa pemasukan yang jelas, mantan suami Paula Verhoeven itu mulai kesulitan.

Baim Wong bahkan sempat menunggak pembayaran rumah yang ia tempati.

"Karena saya ya keluar dari Sinemart, saya keluar, habis itu saya berjuang sendiri, ya di situ saya nggak bisa bayar KPR," kata Baim dengan jujur.

Keterpurukan Baim Wong ternyata tidak hanya datang dari sepinya tawaran akting. 

Baca Juga: Baim Wong Diduga Oplas di Korea, Langsung Kena Semprot Luna Maya: Jangan Aneh-Aneh Deh!

Ia juga harus menanggung kerugian besar akibat kegagalan bisnis yang ia jalani di luar dunia hiburan.

Baim Wong ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa, 17 Maret 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

Baim Wong mengalami kerugian dalam bisnis makanan. Sebab ada beberapa yang bangkrut.

"Kan saya sebenarnya banyak bangkrutnya itu di restoran," tuturnya.

Bayangkan saja, kegagalan bisnis itu dialami Baim selama 13 tahun. Dari rentang waktu yang lama itu, uang hasil kerja kerasnya sebagai aktor habis begitu saja untuk menutupi kerugian.

"Saya buka restoran bangkrut terus dari tahun 2007 sampai 2020," ungkap pria kelahiran Jakarta ini.

Seluruh uang tabungan yang ia kumpulkan dari dunia akting perlahan ludes. 

Uang tersebut habis hanya untuk mencoba menghidupkan kembali bisnisnya yang terus jatuh.

"Uangnya itu kebanyakan habis di situ," tambah Baim singkat menggambarkan betapa berat beban finansial yang ia tanggung.

Meski keadaannya sudah sangat terjepit, Baim Wong memiliki harga diri tinggi. 

Ia tidak ingin menyusahkan orang tuanya hanya karena masalah uang yang sedang ia hadapi.

"Susahnya itu karena nggak pernah minta lagi uang dari Papa Mama, ya itu doang," tegasnya mengenai prinsip hidupnya saat itu.

Karena sudah sangat tidak memiliki uang tunai, Baim pun mulai berpikir untuk melepas hartanya. 

Satu-satunya jalan keluar yang terlintas di pikirannya adalah menjual mobil mewah kesayangannya.

"Ya mobil, mobil Alphard saya ingat banget saya sudah mau jual," kenangnya mengenai situasi darurat tersebut.

Namun, nasib berkata lain ketika Baim Wong akhirnya mencoba peruntungan di dunia YouTube. 

Tanpa disangka, kanal YouTube yang awalnya dibuat karena iseng justru menjadi penyelamat hidupnya.

Konten digital ternyata menjadi titik balik yang mengembalikan kekayaannya. 

"Sangat, sangat (membantu). Dari nggak ada kerjaan sampai buat YouTube," jelas Baim mengenai awal kesuksesannya di platform tersebut.

Kini, setelah sukses kembali, Baim Wong tidak mau hanya berdiam diri.  Bapak dua anak ini mulai berani mengambil peran baru sebagai seorang sutradara dan produser film.

Ia merasa harus terus berinovasi agar tetap bisa bertahan.

Baim Wong sadar bahwa kemapanan dalam hidup harus terus diperjuangkan secara konsisten tanpa henti.

"Ya, kita harus meng-create kerjaan. Bukan nunggu kapan dipanggilnya," pungkas Baim Wong memberikan motivasi.

Load More