Entertainment / Music
Kamis, 26 Maret 2026 | 13:40 WIB
Bagi Iga Massardi, promotor musik bodong bisa merusak ekosistem musik. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Grup band Barasuara batal tampil di Riang Gembira Festival Yogyakarta yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026.
  • Vokalis Barasuara, Iga Massardi, menyoroti kerugian waktu, biaya akomodasi, dan tiket transportasi penonton.
  • Iga Massardi meminta penyelenggara lebih kompeten karena festival tidak profesional merusak kepercayaan publik industri kreatif.

Hal ini dianggap bisa merusak kepercayaan publik terhadap penyelenggara acara lainnya.

"Festival bodong seperti ini tidak hanya merugikan penonton, tapi juga merusak ekosistem," imbuh Iga geram.

Iga Massardi menegaskan, seluruh elemen produksi mulai dari vendor, artis, hingga penyewa lapak di lokasi acara turut menelan pil pahit.

Ia pun mengapresiasi para penyelenggara festival lain yang tetap bekerja secara profesional.

"Untuk para penyelenggara festival yang serius, profesional, dan bertanggung jawab: terima kasih. Karena kalian yang menjaga ekosistem ini tetap hidup," tulisnya sebagai bentuk apresiasi.

Pelantun "Terbuang Dalam Waktu" ini berharap industri musik Indonesia bisa bersih dari oknum-oknum penyelenggara yang hanya ingin mencari keuntungan tanpa tanggung jawab. 

"Semoga yang tidak bertanggung jawab pelan-pelan hilang, dan yang benar-benar niat bekerja dengan baik yang terus bertahan," tutur Iga Massardi.

Load More