Entertainment / Gosip
Sabtu, 11 April 2026 | 18:35 WIB
Pernyataan Steven Wongso soal penjual martabak manis. (Instagram)

Suara.com - Pernyataan kreator konten Steven Wongso berujung kontroversi karena secara blak-blakan menyamakan pelaku usaha martabak manis dengan pengedar narkoba. 

Ucapan ini berawal dari keresahan Steven mengenai kandungan gula yang sangat tinggi dalam seporsi martabak manis.

Menurutnya, dampak buruk kesehatan yang ditimbulkan oleh gula tak bisa dianggap remeh dan bahkan lebih mematikan dibandingkan zat terlarang.

"Sadar nggak kalau penjual martabak manis, sama kayak penjual narkoba tapi versi legal. Ini sudah 2026, jualan yang sehat-sehat aja. Sadar nggak banyak orang yang meninggal karena gula," kata Steven dalam video yang beredar luas.

Ia juga khawatir terhadap para pengusaha kuliner yang dianggapnya tidak memikirkan aspek kesehatan konsumen.

"Sadar nggak seberapa banyak gula dalam adonan martabak bapak, ibu? Itu bener-bener bisa ngebunuh orang kalau terus-terusan," ucapnya.

Lebih jauh lagi, Steven membawa aspek keyakinan pribadinya yang memicu perdebatan sengit di kolom komentar.

"Menurut keyakinan saya, semua penjual martabak manis itu banyak dosanya. Amit," tambahnya.

Baca Juga: Mischa Chandrawinata Sentil Mantan Arafah Rianti yang Nyesel Kasih Tas Mahal: Bukan Laki-Laki

Sontak, video tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari kalangan selebriti yang juga berkecimpung di dunia kuliner.

Nicky Tirta, yang dikenal sebagai aktor sekaligus chef yang memiliki lini bisnis martabak, tak mampu membendung amarahnya.

Melalui unggahan di akun media sosialnya pada Jumat, 10 April 2026, Nicky memberikan sindiran pedas yang langsung ditujukan kepada Stevan.

"Daripada TANTRUM, mendingan beli Martabak Manis! Jangan lupa extra butter pake keju melelehhhh.. YUMMMMMMYYYY. Tag ke orangnya dong, maaf saya males ngetik namanya," tulis Nicky Tirta sebagai bentuk pembelaan terhadap usahanya dan para pedagang martabak lainnya.

Meskipun Steven kemudian memberikan klarifikasi bahwa konten tersebut dibuat tanpa niat menyinggung secara personal, luka hati para penjual martabak nampaknya sudah terlanjur dalam.

Load More