- Oknum preman melakukan pemalakan sebesar Rp100 ribu per hari kepada sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- Aksi pungli yang terungkap pada 11 April 2026 tersebut disertai ancaman kekerasan fisik dan perusakan kendaraan bagi sopir.
- Korban merasa tertekan dan tidak berani melawan karena khawatir kehilangan mata pencaharian di wilayah operasi ekonomi tersebut.
Suara.com - Praktik pungutan liar (pungli) terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kian meresahkan.
Para sopir mengaku dipalak oleh oknum preman sebesar Rp100 ribu per hari. Jika menolak membayar, mereka diancam akan diteriaki maling hingga mendapatkan kekerasan fisik.
Informasi ini mencuat lewat unggahan akun Instagram @fakta.indo pada Sabtu, 11 April 2026. Dalam video tersebut, seorang sopir bajaj menceritakan beban setoran ilegal yang harus ditanggungnya setiap hari kepada seorang penumpang.
"Sehari seratus ribu sih, seratus. Itu totalnya," ungkap sang sopir saat ditanya mengenai rincian uang yang harus dikeluarkan untuk para preman.
Sopir tersebut juga menunjukkan bagian kendaraannya yang rusak akibat ulah oknum tersebut. Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena nyawanya dan kondisi bajaj yang menjadi taruhan.
Ancaman yang diterima bukan sekadar gertakan, melainkan tindakan anarkis yang langsung menyasar fisik dan kendaraan.
"Kalau enggak dikasih bisa diteriakin maling, tuh lihat ada yang pecah... ditonjok, ini ditonjok," ujarnya sambil memperlihatkan kaca bajaj yang retak dan bagian bodi yang rusak.
Aksi pemalakan ini dilakukan dengan modus "uang setoran" di titik-titik tertentu saat sopir sedang menunggu penumpang. Penumpang yang merekam kejadian tersebut sempat merasa heran karena pemalakan terjadi berulang kali dalam waktu singkat.
"Tadi bukannya udah dikasih?" tanya si penumpang di dalam video.
Baca Juga: Kronologi Fajar Sadboy Kecelakaan Tunggal, Kuku Lepas hingga Buat Keluarga Pingsan
"Tahu, udah dikasih. Eh dateng lagi," sahut sang sopir pasrah.
Meski merasa sangat dirugikan, para sopir bajaj mengaku enggan melawan secara terbuka. Hal ini dikarenakan kawasan Tanah Abang merupakan lokasi utama mereka mencari nafkah sehari-hari.
"Bukannya saya enggak berani ngelawan, saya nyari makannya di situ bang," imbuhnya.
Hingga saat ini, kawasan Tanah Abang memang dikenal sebagai area dengan aktivitas ekonomi tinggi namun masih dibayangi oleh masalah premanisme dan pungli.
Para pengguna jalan dan pekerja transportasi umum berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas aksi pemerasan yang terjadi secara terang-terangan di ruang publik ini.
Berita Terkait
-
Heboh! Perselingkuhan Antar Ipar Digerebek, Video Emosi Keluarga Viral
-
Terlapor Dijadikan Mesin ATM, Sisi Lain Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang
-
Kisah Pilu Bayi 4 Bulan Meninggal usai Dibiarkan 2 Jam Menangis
-
Pamer Saldo Nyaris Rp1 M Diduga Editan AI, Cewek Ini Diburu Ditjen Pajak
-
Viral Kasus Bayi Diduga Sengaja Ditukar dan Diserahkan ke Orang Lain, RS Hasan Sadikin Minta Maaf
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Profil Fangfang Istri Vicky Prasetyo yang Ramai Menjadi Sorotan
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
Padi Reborn Bawa 'Momen Sakral' Konser Dua Delapan ke Layar Lebar: Siap-Siap Merinding!
-
Gaia Music Festival 2026 Ajak Penonton Menikmati Musik di Tengah Alam Bandung
-
Sinopsis Film Anak-Anak Bambu, King Faaz Siap Beri Kejutan
-
Target 3 Juta Penonton di Film "402 Rumah Sakit Angker Korea", Simak Plot Twist Tak Terduga!
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere di Korea, Dapat Sambutan Hangat dari Penonton BIFAN 2026