- Pak Azis, guru honorer di Jakarta, tetap mengajar dengan mengayuh sepeda lipat sejauh 5 km setiap hari meski motornya hilang dicuri sejak akhir 2025.
- Ia memilih bersepeda daripada transportasi publik (Jaklingko) karena akses rute dari Tegal Alur ke Kamal Muara yang lebih praktis dan cepat.
- Di tengah honor Rp2 juta per bulan, Pak Azis aktif mengambil pekerjaan sampingan sebagai penceramah dan guru mengaji demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Suara.com - Abdul Azis (45), atau yang akrab disapa Pak Azis, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kisahnya diunggah oleh akun Wargajakarta.id.
Kisahnya viral karena kesederhanaan dan ketangguhannya sebagai seorang pendidik. Pak Azis adalah seorang guru honorer yang setiap harinya harus berjuang melawan terik dan polusi ibu kota dengan mengayuh sepeda lipat.
Perjalanan yang ia tempuh tidaklah pendek, yakni sekitar 5 kilometer dari kediamannya di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, menuju tempatnya mengabdi di MI Nurul Islam, Kamal Muara, Jakarta Utara.
Bagi banyak orang, kehilangan kendaraan bermotor adalah musibah besar yang bisa melumpuhkan aktivitas. Hal inilah yang dialami Pak Azis pada penghujung tahun 2025. Sepeda motor yang selama ini menjadi andalannya untuk mencari nafkah raib.
Namun, kehilangan tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk tetap hadir di depan kelas. Sejak Desember lalu, sepeda lipat menjadi "sahabat" baru Pak Azis dalam menjalankan tugas mulianya.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh MEDIA INFORMASI WARGA JAKARTA (@wargajakarta.id)
Tak hanya sendiri, di atas pedal yang ia kayuh, ia juga membonceng putri sulungnya yang bersekolah di tempat yang sama.
Keputusan menggunakan sepeda bukan tanpa pertimbangan. Pak Azis sempat melirik transportasi publik, namun kendala aksesibilitas di wilayahnya menjadi hambatan utama.
"Sempet mau naik Jaklingko, tapi saya pikir dari rumah aksesnya muter, jadi dari rumah harus ke arah Menceng dulu, terus menuju arah Benda. Dari situ baru naik ke Kamal Muara. Kalau kita hitung lumayan makan waktu. Jadi lebih efektif naik sepeda," ungkap Pak Azis dilansir dari Wargajakarta.id
Baca Juga: Viral Guru Honorer Seberangkan Siswa Pakai Rakit di Sungai, Akun Gerindra Gercep Cari Alamatnya
Perjuangan Pak Azis sebagai guru honorer telah dimulai sejak 2018. Menjadi pahlawan tanpa tanda jasa di Jakarta bukanlah perkara mudah, terutama jika bicara soal kesejahteraan.
Ia menceritakan bagaimana penghasilannya merangkak naik secara perlahan dari angka Rp700 ribu di awal mengajar, hingga kini mencapai sekitar Rp2 juta per bulan.
Angka tersebut tentu jauh dari kata cukup untuk menghidupi keluarga di kota metropolitan sekelas Jakarta.
Demi menambal kebutuhan sehari-hari, Pak Azis tidak berpangku tangan. Di luar jam sekolah, ia aktif mengisi khutbah, memimpin pengajian, hingga melatih berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat sekitar.
Berita Terkait
-
Ketika Mengajar Tak Lagi Menjanjikan: Kesejahteraan Guru Terus Tertinggal
-
Di Tiongkok Guru Setara Dokter, di Indonesia Guru Honorer Dijerat Judi Online: Ada Apa?
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Jalur Bab el-Mandeb Membara: Harga Minyak Dunia Mengamuk di Tengah Gempuran 11 Malam AS ke Iran
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United
-
Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal
-
Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?
-
Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum
-
Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan