- Ribuan warga Kalimantan Timur menggelar aksi "Kaltim Darurat" di Samarinda untuk memprotes kebijakan pemerintah provinsi yang dinilai tidak adil.
- Influencer Hanna Pertiwi turut mengkritik pengadaan barang mewah pejabat melalui media sosial saat berlangsungnya aksi unjuk rasa tersebut.
- Demonstran menuntut evaluasi kebijakan, penghentian praktik KKN, serta berhasil mendesak legislatif untuk segera mengaudit kinerja Gubernur Kalimantan Timur.
Suara.com - Ribuan masyarakat Kalimantan Timur menggelar aksi protes di Samarinda. Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah provinsi.
Aksi yang bertajuk "Kaltim Darurat" ini berlangsung riuh di depan gedung DPRD dan Kantor Gubernur. Massa menuntut keadilan atas nasib rakyat yang dinilai tidak terurus.
Salah satu influencer ternama asal Samarinda, Hanna Pertiwi, terlihat ikut berada di tengah kerumunan. Ia berbaur dan menyuarakan aspirasi bersama demonstran lainnya.
Hanna Pertiwi membawa poster sindiran. Menyoroti prioritas anggaran pemerintah daerah yang dianggap nyeleneh.
Poster tersebut membandingkan antara mendengarkan suara rakyat dengan pembelian kursi pijat.
Hal ini merujuk pada isu hangat mengenai pengadaan barang mewah di lingkungan pejabat.
"Dengerin suara rakyat (x). Beli kursi pijat ()," demikian foto yang hadir di feed Instagram, Selasa, 21 April 2026.
Melalui unggahan di media sosialnya, Hanna memberikan peringatan keras kepada pemangku kebijakan.
Ia menegaskan, rakyat tidak akan tinggal diam jika terus dipermainkan.
Baca Juga: Suami Yulia Baltschun Akui Selingkuh, Bawa Selingkuhan ke Tempat Bulan Madu di Kyoto
"Terus permainkan rakyatmu pak. Kita siap turun ke jalan lagi," tulis Hanna Pertiwi dalam keterangan fotonya.
Ada tiga poin utama yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa kali ini.
Pertama adalah evaluasi total terhadap seluruh kebijakan pemerintah provinsi Kalimantan Timur.
Massa juga mendesak agar praktik KKN di wilayah tersebut segera dihentikan.
Terakhir, mereka meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara total terhadap kinerja eksekutif.
Perjuangan tersebut tampaknya membuahkan hasil awal berupa penandatanganan dokumen.
Tag
Berita Terkait
-
TikToker Ini Ngaku Dilecehkan Ustaz Kepercayaan, Keluarga Ogah Lapor Gara-Gara Bukan Orang Kaya
-
Debat Panas di Rosi Soal Makar, Gaya Ngomong Ulta Levenia Disebut Mirip Vicky Prasetyo
-
Viral Pria Jomblo 38 Tahun Diduga Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Langsung Jadi Samsak Warga
-
Viral! Momen Haru Perpisahan Siswa SMP di Sumedang, Terpaksa Putus Sekolah untuk Jualan Ayam Goreng
-
Viral Guru Honorer Seberangkan Siswa Pakai Rakit di Sungai, Akun Gerindra Gercep Cari Alamatnya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Lombok Barat Bungkam Soal 3 Perkara yang Menjeratnya
-
4 Hydrating Sheet Mask Ampuh Berikan Hidrasi Ekstra untuk Skin Barrier Kuat
-
Keluh Kesah PPPK Paruh Waktu Dinkes DKI di Balai Kota: Janji Setara ASN, Realita Jauh dari Kata
-
Pabrik Tekstil di Jepara Tumbang, 670 Orang Menganggur
-
Ironi Makan Bergizi Gratis: Mengapa Daerah 3T Masih Dianaktirikan?
-
Jangan Jerat Tersangka saja, Komnas HAM Dorong Korban Dapat Pemenuhan Hak Atas Pidana Korupsi
-
Gelar Sarjana vs AI: Menagih Aksi Pemerintah Atasi Krisis Kerja Gen Z
-
Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
-
Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua